Jakarta

Kecelakaan Bus Mira Tabrak Gran Max di Ngawi, Satu Korban Alami Penurunan Kesadaran

Yusuf Doank | 10 Juni 2026, 20:40 WIB
Kecelakaan Bus Mira Tabrak Gran Max di Ngawi, Satu Korban Alami Penurunan Kesadaran
Ilustrasi

AKURAT JAKARTA – Kecelakaan maut tabrakan antara bus dan Grand Max mengakibatkan 10 korban luka.

Tepatnya terjadi di Jalan Raya Ngawi–Geneng, tepatnya di kilometer 3–4, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kecelakaan melibatkan Bus PO Mira bernomor polisi S 7257 US dan mobil pikap Daihatsu Gran Max bernomor polisi AE 8426 NR.

Baca Juga: Program Satu APAR Satu RT Dinilai Belum Optimal, Legislator Golkar Dadiyono Dorong Penambahan Pengadaan

Kejadian tersebut dibenarkan Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Agus Hariyanto.

Kronologi kecelakaan peristiwa bermula saat kedua kendaraan sama-sama melaju dari arah selatan menuju ke utara.

Saat itu, Daihatsu Gran Max yang dikemudikan oleh Suyono (47), warga Desa Banjaransari, Kecamatan Geneng, tengah membawa sembilan orang penumpang di jalurnya.

Namun, saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi Bus PO Mira bernama Noga Pratama (28), warga Kabupaten Nganjuk, diduga kurang mengantisipasi situasi jalan.

"Pengemudi Bus Mira diduga kurang memperhatikan kondisi arus lalu lintas di depannya sehingga menabrak bagian belakang Daihatsu Gran Max yang melaju searah," kata Agus.

Akibat benturan keras tersebut, mobil pikap langsung kehilangan kendali dan terlempar hingga menghantam pohon di tepi jalan raya.

Benturan yang cukup hebat itu menyebabkan seluruh penumpang yang berada di dalam mobil pikap Gran Max mengalami luka-luka.

Petugas kepolisian bersama tim medis yang tiba di lokasi segera mengevakuasi para korban dan melarikannya ke Rumah Sakit (RS) Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Agus memaparkan, dari total 10 korban luka, sembilan orang di antaranya dilaporkan mengalami luka ringan berupa memar, nyeri di bagian tubuh, serta luka robek.

Sementara itu, terdapat satu korban bernama Puji Astuti yang harus mendapatkan penanganan intensif karena mengalami kondisi yang cukup serius.

"Korban mengalami nyeri pinggang, memar pada dada, gelisah, serta mengalami penurunan kesadaran," kata Agus.

Hingga saat ini, jajaran Satlantas Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut.

Polisi masih mendalami sejumlah faktor penentu, mulai dari kondisi fisik pengemudi bus hingga kelayakan armada kendaraan yang terlibat.

Sebagai langkah penanganan lebih lanjut, kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan subuh itu kini telah diamankan oleh petugas sebagai barang bukti.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y