Salah Perhitungan Strategi, AS Kini Dilema Akhiri Konflik dengan Iran

AKURAT JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang berada dalam posisi sulit.
Prediksi awal mereka mengenai kekuatan dan reaksi Iran ternyata meleset.
Washington mulai nampak kebingungan menentukan langkah untuk menghentikan konflik yang kian memanas di Timur Tengah.
Awalnya, AS mengira Iran hanya akan memberikan respons terbatas.
Namun, serangan balasan Iran yang menggunakan taktik perang asimetris atau dengan cara-cara tak terduga yang sulit ditangkal militer konvensional.
Hal ini justru membuat pertahanan lawan menjadi kewalahan.
Baca Juga: Drone IRGC Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln, Iran Siap Perang di Darat
Taktik "Gerilya" Udara dan Laut Iran
Iran tidak langsung berhadapan secara terbuka dengan kekuatan besar AS.
Sebaliknya, mereka menggunakan kombinasi drone murah namun mematikan, serta rudal yang sulit dideteksi.
Taktik ini terbukti efektif membuat AS salah hitung.
Iran juga memanfaatkan posisi strategisnya di Selat Hormuz untuk menekan ekonomi dunia, yang secara otomatis memberikan tekanan politik besar bagi Gedung Putih.
Baca Juga: Sejumlah Prajurit AS Resah Narasi dari Komandan tentang Perang Akhir Zaman
Dilema Paman Sam
Kondisi ini membuat Amerika Serikat terjepit di antara dua pilihan sulit.
AS ingin menghentikan perang dengan segera melakukan gencatan senjata agar perang tidak meluas dan menguras biaya besar.
Namun jika AS mundur sekarang tanpa hasil yang jelas, mereka dianggap gagal melindungi sekutunya, termasuk Israel, dan wibawa militer mereka akan jatuh.
Kebingungan AS ini dipicu oleh perbedaan pandangan dengan sekutu terdekatnya.
Saat Washington mulai menyuarakan penghentian perang, Israel justru terlihat ingin terus menggempur fasilitas penting di Iran.
Ketidakselarasan strategi ini membuat upaya perdamaian menjadi buntu.
Jika tidak ada terobosan diplomasi dalam waktu dekat, AS berisiko terjebak dalam konflik panjang yang sulit diprediksi ujungnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





