Trump Akui Opsi Membunuh Maduro Sempat Dipertimbangkan saat Operasi Penangkapan

AKURAT JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang baru saja berlangsung.
Trump mengakui bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan opsi mematikan terhadap pemimpin Venezuela tersebut selama jalannya operasi militer.
"Itu bisa saja terjadi," ujar Trump singkat saat menjawab pertanyaan wartawan pada Sabtu (3/1) mengenai apakah ada rencana untuk membunuh Maduro dalam misi tersebut.
Pernyataan ini langsung memicu sorotan internasional dan dikhawatirkan akan memperdalam ketegangan diplomatik di kawasan Amerika Latin.
Baca Juga: Simulasi BRIN: Tsunami 20 Meter Ancam Selatan Jawa, Jakarta Utara Ikut Terdampak
Kegagalan Upaya Melarikan Diri
Menurut keterangan Trump, Nicolas Maduro sempat mencoba melarikan diri ke lokasi yang dianggap aman saat pasukan AS melancarkan aksinya.
Namun, upaya pelarian tersebut gagal setelah personel militer AS berhasil menutup ruang gerak sang presiden.
Kepala Staf Gedung Putih, Elon Caine, memberikan rincian lebih lanjut mengenai detik-detik akhir penangkapan tersebut.
Ia mengonfirmasi bahwa Maduro beserta istrinya, Cilia Flores—yang juga menghadapi dakwaan hukum dari pemerintah AS—akhirnya memilih untuk menyerahkan diri.
Baca Juga: Kepung Indonesia, BMKG Petakan 13 Zona Megathrust dengan Potensi Gempa Hingga M 9,2
Caine menegaskan bahwa penangkapan dilakukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan penuh dari unit militer. Ia memuji eksekusi lapangan yang dinilai sangat taktis dan efisien.
"Operasi ini dijalankan dengan profesionalisme dan presisi tinggi, tanpa menimbulkan satu pun korban jiwa di pihak Amerika Serikat," tegas Caine.
Meski operasi diklaim sukses secara militer, pengakuan Trump mengenai adanya pertimbangan untuk membunuh seorang kepala negara aktif tetap menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat hukum internasional dan pemimpin dunia.
Baca Juga: Alasan di Balik Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Saat ini, Maduro dan Flores dilaporkan telah berada di bawah yurisdiksi hukum Amerika Serikat untuk menghadapi persidangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






