Jakarta

Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut Rupanya Terjadi Pada Tahun 2024, Polisi: Korban Belum Melapor

Titania Isnaenin | 15 April 2025, 19:42 WIB
Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut Rupanya Terjadi Pada Tahun 2024, Polisi: Korban Belum Melapor

 

AKURAT JAKARTA - Kasus pelecehan seksual oknum dokter kandungan di Garut kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan Kapolres Garut, AKBP M. Fajar Gemilang, kasus tersebut sudah berlangsung sejak 2024 lalu.

Fajar menyebut Kejadian dalam CCTV yang viral di media sosial terjadi disebuah klinik Swasta di Kecamatan Garut Kota.

Baca Juga: Viral! Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien Ibu Hamil Saat USG

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan, kejadian yang dalam video tersebut berlangsung disini (klinik)," ujarnya.

Dimana kejadian itu terjadi pada pertengahan Juni 2024, tepatnya sudah 10 bulan lamanya.

"Tepatnya pada tanggal 20 Juni 2024, atau hampir 10 bulan yang lalu," tuturnya lagi.

Baca Juga: Usai Hilang Selama 20 Hari Saat Dalam Perjalanan Mudik, Sheila Amalia Christanti Mahasiswi Pertanian UGM Ditemukan Tewas Dalam Parit

Meski video rekaman CCTV tersebut telah viral, polisi menyebut korban sampai saat ini belum melaporkan kejadian pelecehan seksual kepihak kepolisian.

"Sampai saat ini, korban belum melapor ke kami" tambahnya.

Sebelumnya, video pelecehan seksual oleh oknum dokter berinisial MSF alias I viral di media sosial.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ridwan Kamil Bantah Tuduhan Lisa Mariana Soal Permintaan Pembuatan Video Syur

Video berdurasi 50 detik tersebut memperlihatkan sang dokter tengah memeriksa pasien dengan gerakan sedikit mencurigakan.

Dimana tangan kiri pelaku terlihat meraba bagian payudara korban hingga menimbulkan reaksi.

Video tersebut lantas menuai kecaman dan banyak diviralkan oleh warganet.

Baca Juga: Heboh, Video Lisa Mariana Berdurasi 4 Menit 28 Detik Bocor, Pakar Telematika Ungkap Fakta Mengejutkan

Berdasarkan informasi yang beredar di internet, I alias pelaku melancarkan aksinya dengan menawarkan pemeriksaan USG 4D gratis kepada pasien.

Namun dengan syarat tidak boleh membawa suami saat pemeriksaan berlangsung. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.