Pernah Viral di 2024, Puluhan Mobil Alami Rusak Mesin Usai Diisi Bensin Pertamax, Ada Indikasi BBM Oplosan?

AKURAT JAKARTA - Pernah viral pada masanya, sebuah video kembali beredar di media sosial usai terungkapnya kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produksi kilang oleh Kejagung pada Selasa, (25/2).
Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut, memperlihatkan puluhan mobil disebuah bengkel Daihatsu Cibinong Bogor mengalami kerusakan dibeberapa bagian seperti filter dan pompa bensin.
Menurut penuturan seorang wanita yang ada dalam video, kerusakan diduga di akibatkan oleh penggunaan bahan bakar Pertamax RON 92.
Baca Juga: Pertamina Bantah Tuduhan Jual BBM Oplosan Pertalite Jadi Pertamax
Berdasarkan penelusuran tim Akurat Jakarta, PT Pertamina pada saat itu sempat melakukan permintaan maaf atas kualitas Pertamax yang dinilai buruk.
Bahkan pihaknya sempat menjawab soal fenomena tersebut pada beberapa mobil yang alami kerusakan usai melakukan pengisian BBM Pertamax.
Hasil investigasi sementara menuturkan bahwa kerusakan hanya terjadi ditipe dan merk kendaraan tertentu.
Namun pada Februari 2025, Kejagung justru berhasil mengungkap kasus korupsi yang dilakukan tujuh tersangka termasuk Dirut Pertamina Patra Niaga terkait pengoplosan RON 90 menjadi RON 92.
Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar kemudian mengungkapkan.
Kerugian atas tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh ketujuh tersangka bernilai Rp193,7 triliun.
"BBM berjenis RON 90, tetapi dibayar seharga RON 92, kemudian dioplos, dicampur, kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun," kata Abdul Qohar di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, pada Senin (24/02) malam.
Baca Juga: Viral Mie Gacoan Disegel Satpol PP Karena Mengandung Minyak Babi, Benarkah?
Meski adanya dugaan pengoplosan BBM, Pertamina (Persero) membantah jika kualitas bahan bakar yang beredar di masyarakat merupakan hasil oplosan Pertalite menjadi Pertamax.
Menurutnya, narasi oplosan yang disampaikan kejagung mengalami mispersepsi dikalangan masyarakat.
"Ini kan muncul narasi oplosan itu kan juga gak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kejaksaan sebetulnya. Jadi di Kejaksaan mungkin kalau boleh saya ulang, lebih mempermasalahkan tentang pembelian RON 90 dan RON 92, bukan adanya oplosan," kata Vice President Corporat Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso di kompleks Gedung DPD RI, Selasa (25/2). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






