Korban Kasus Pelecehan Seksual Agus, Pemuda Penyandang Disabilitas Tunadaksa Bertambah 10 Orang

AKURAT JAKARTA - Kasus pelecehan yang menyeret nama Iwas alias Agus Buntung, pemuda penyandang disabilitas yang ditetapkan jadi tersangka perkosaan kini terus berkembang.
Menurut hasil penyelidikan, sebanyak 10 korban diduga telah menjadi korban pelecehan oleh Agus yang kini diketahui sebagai sosok penyandang disabilitas tunadaksa.
Beberapa informasi mengungkapkan bahwa total korban yang mendapat pelecehan dari Agus kini terus bertambah, bahkan diisukan mencapai 19 orang.
Adapun kabarnya, aksi tersebut telah dilakukan oleh tersangka sejak April 2022.
Salah satu pendamping korban pelecehan yakni Andre Safutra menuturkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut atas laporan dari para korban.
Tak bertindak sendiri, ia bersama tim Perlindungan Perempuan dan Anak Lombok Barat, mendalami kasus Agus Buntung mengingat lokasi kejadian berada di wilayah tersebut.
"Kasus ini sedang kami telusuri lebih lanjut dengan UPTD PPA Lombok Barat karena lokasi kejadian berada di wilayah itu," ungkapnya, Selasa (3/12).
Namun sejauh ini, tim advokasi baru melakukan pendampingan terhadap 10 orang korban.
Sementara 9 korban lainnya masih didalami terkait identitas dan kronologis kejadian.
"Hingga kini, kami mendampingi 10 korban yang kasusnya telah disampaikan ke Polda NTB dan Mabes Polri," tambahnya lagi.
Alami Trauma, Para Korban Dapat Pendampingan Psikolog
Disisi lain, korban pelecehan yang dilakukan oleh Agus Buntung alias Iwas tengah menjalani pendampingan dan konseling ketat untuk pemulihan trauma dari tim advokasi serta HIMPSI.
Ini karena, menurut keterangan dari pendamping korban Andre Safutra, dua diantara 10 korban yang melaporkan adalah anak usia dibawah umur.
Yang terjadi sekitar bulan Februari atau Maret 2024 dan baru terungkap dari laporan orang tua.
"Ada korban lain yang baru terungkap dari laporan orang tuanya, kami sedang mengatur waktu untuk pengambilan keterangannya," ujar Andre.
Meski pendampingan telah berhasil dihimpun tim advokasi, Ade Lativa salah satu pendamping korban MAP mengungkap bahwa para korban belum berani untuk muncul secara terbuka dihadapan publik lantaran trauma yang mereka alami.
”Korban belum berani muncul ke publik, karena mereka masih trauma. Kondisi mentalnya masih terguncang,” ungkap Ade Lativa.
Agus Ditahan
Atas bertambahnya para korban atas dugaan kasus pencabulan, Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengungkap bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan perpanjangan masa penahanan terhadap tersangka Agus Buntung.
Dimana pada saat itu masa penahanan Agus dilakukan sejak 14 November sudah berakhir 3 Desember kemarin.
Baca Juga: Lontarkan Hinaan ke Penjual Asongan Es Teh, Gus Miftah Langsung Ditegur Istana
Hingga kini, Agus Buntung alias Iwas masih berstatus sebagai tahanan kota.
”Betul, tadi (kemarin) penyidik sudah mengantarkan suratnya,” jelas dia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






