Israel Tak Akui Iron Dome Mereka Berhasil Ditembus Iran, Amerika Sebut Siap Kirim Bantuan Alat Tambahan Untuk Zionis

AKURAT JAKARTA - Sebanyak 180 rudal telah ditembakkan Iran ke wilayah Tel Aviv, Israel pada Selasa (1/10) malam.
Rudal tersebut ditembakkan sebagai respon dari Iran atas kematian salah satu komandan tertinggi Hizbullah Hassan Nasrallah dan komandan Garda Revolusi Abbas Nilforoshan.
Dimana tragedi pembunuhan itu, Iran menyatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas kematian mereka di ibu kota Lebanon, Beirut, pada 27 September.
Baca Juga: P Diddy Hadapi 120 Tuduhan Baru Terkait Pelecehan Seksual, 25 Diantaranya Anak-anak
Termasuk pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli lalu.
Atas tragedi penembakkan Iran ke wilayah Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, langsung memperingatkan Iran tentang "konsekuensi" atas penyerangannya itu.
Meski pejabat Israel tak mengakui bahwa rudal yang dikirim Iran mengenai wilayah mereka.
Baca Juga: Ogah Terseret Kasus P Diddy, Usher Terciduk Hapus 7000 Unggahan Lamanya di Media Sosial X
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa 90% proyektil mengenai sasarannya, dan mengatakan rudal hipersonik telah digunakan untuk pertama kalinya.
Iron Dome pun dapat ditembus Iran yang sebelumnya gagal ditembus oleh Hamas dan Hizbullah.
Bahkan IRGC mengatakan ada 3 pangkalan militer Israel yang menjadi sasaran Iran dan ketiganya tepat sasaran.
Baca Juga: Dihabisi Saat di Iran, Hamas Buka Suara Soal Kematian Mujahid Ismail Haniyeh
Melansir berita AFP, gubernur kota Hussein Hamayel menyebut bahwa ada korban yang tewas akibat jatuhnya puing-puing roket yang ditembakkan Iran.
Adapun presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan dukungannya pada Israel dan memerintahkan pasukan militer mereka untuk membantu pertahanan mereka.
Untuk menembak jatuh rudal Iran, bahkan Menteri pertahanan AS Lloyd Austin telah membuat peta pencegatan rudal oleh AS.
Dan sempat mengutuk tindakan agresi yang dilakukan oleh Iran yang kemudian disebut agresi yang keterlaluan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









