Siswi MAN 1 Gorontalo yang Asusila dengan Guru dan Videonya Viral di Media Sosial Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Begini Kata Polisi

AKURAT JAKARTA - Video asusila atau perbuatan mesum antara guru dan siswi yang diduga di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gorontalo, kini tengah jadi perbincangan publik.
Dalam potongan video yang beredar dan viral di media sosial, oknum guru tersebut disebut sebagai guru Bahasa Indonesia. Ia berhubungan badan dengan muridnya di salah satu kamar indekos.
Dalam video berdurasi 5 menit itu, sang guru terlihat mengenakan jaket berwarna hitam serta topi. Sedangkan siswinya masih memakai jilbab putih dan seragam sekolah.
Keduanya terekam masuk ke kamar indekos. Tak lama kemudian, keduanya melakukan tindakan asusila layaknya sepasang suami-istri.
Baca Juga: Tak Hanya Baby Oil, Polisi Juga Temukan Barang Nyeleneh Dirumah P Diddy Imbas Kasus Perdagangan Seks
Dari gerak gerik di video, sepertinya tidak ada paksaan sedikit pun kepada siswi tersebut. Dia justru langsung menutup pintu kamar kos, begitu oknum guru masuk.
Setelah meletakkan tempat bekal makan, si siswi langsung melepaskan celana dalamnya. Sementara oknum guru tersebut melepas topi dan sabuk celananya.
Keduanya kemudian bercengkerama hingga melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.
Video tersebut dibagikan di beberapa media sosial mulai dari TikTok hingga di akun X. Beragam komentar pedas pun dilontarkan netizen.
Banyak yang mengecam dan geram dengan ulah guru dan siswi MAN 1 Gorontalo ini.
Apalagi, sang pria diduga merupakan guru Bahasa Indonesia. Si siswi bukan orang sembarangan. Selain berprestasi, siswi inisial PPT itu juga diketahui merupakan Ketua OSIS MAN 1 Gorontalo.
Seperti diungkap oleh pemilik akun TikTok Rey****. Ia membagikan moment bersama siswi yang sedang viral ini.
"P****, shock banget denger kabar yang kayak gitu. Siswi berprestasi yang gue tau, kenapa musibah ini bisa menimpa dia." tulisnya.
Wakapolres Gorontalo, Kompol Ryan Hutagalung mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus video asusila tersebut.
Kasus ini diusut setelah orang tua siswi tersebut melaporkan oknum guru ke Polres Gorontalo.
"Laporannya sudah kita terima dari pihak keluarga paman korban," kata Kompol Ryan kepada wartawan, Selasa (24/9/2024).
Ryan mengatakan, oknum guru tersebut dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
"Saat ini kita fokus dalam pemeriksaan untuk saksi, pelaku besok akan kita periksa," katanya.
Kompol Ryan kembali menegaskan bahwa penyidik saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu.
"Sementara ini kita masih mendalami laporan dari pihak keluarga, itu dulu yang bisa kami sampaikan," jelas Ryan.
Sementara Kepala Sekolah MAN 1 Gorontalo, Rommy Bau, mengaku telah menonaktifkan guru Bahasa Indoneia tersebut.
"Terkait oknum guru tersebut, saya sudah mengeluarkan Surat Keterangan (SK) jadwal mengajar saya nonaktifkan. Jadi dia sudah tidak ada jadwal mengajar," ujarnya.
Ketika ditanya kenapa oknum guru tersebut tidak dipecat atau dimutasi? Rommy mengaku, hal itu bukan menjadi kewenangannya.
"Terkait dengan mutasi, itu bukan ranah kepsek (Kepala sekolah), itu ranah kemenag (Kementerian Agama)," terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









