Jadi Korban Bullying, Bocah Kelas 4 SD Diminta Makan Roti yang Telah Diisi Tusuk Gigi Sepanjang 4 Senti

AKURAT JAKARTA - Lagi-lagi kasus bullying di dunia pendidikan semakin marak.
Usai banyak pemberitaan mengenai mahasiswa PPDS Aulia Risma yang bunuh diri karena dibully, siswa SMP dikeroyok teman sekelasnya di Gowa Sulawesi Selatan.
Kini seorang bocah kelas 4 SD dipaksa makan roti yang telah diisi duri semacam tusuk gigi
Baca Juga: Niat Solo Traveling ke India, Pria Ini Malah Diculik Warga Lokal
Dalam video amatir yang diunggah oleh akun Instagram @elyandaa__ seorang bocah perempuan dilarikan ke IGD untuk mendapatkan tindakan cabut tusuk gigi yang menempel pada rongga mulutnya.
Video yang dibagikan pada 28 Agustus lalu itu menunjukan pemilik akun yang merupakan seorang perawat disalah satu puskesmas berusaha mengeluarkan tusuk gigi dari mulut korban.
"Ini video aku repost pas ada anak kelas 4 SD dipaksa sama temannya untuk makan roti yang ternyata diisi di dalamnya kayak ada duri atau sejenik tusuk gigi tipis berbahan plastik" tulisnya.
Baca Juga: Cegah Wabah Cacar Monyet, Menkes Siapkan Vaksin Monkeypox Untuk Kelompok Tertentu
Berdurasi kurang dari satu menit, duri yang berada dimulut korban berhasil dikeluarkan .
Terlihat sebuah duri atau tusuk gigi plastik itu punya panjang sekitar 3-4 centimenter.
Dengan duri atau tusuk gigi plastik sepanjang itu, perawat tersebut mengaku posisi tusuk gigi sudah melintang ke ujung tenggorokan dan hampir masuk ke dalam.
"Saat diambil durinya sudah hampir mau masuk ke ujung tenggorokan dengan posisi melintang, pasti sakit banget adek ini untung adek ini kooperatif" katanya lagi.
Baca Juga: Masih Soal Jet Pribadi, KPK Ingatkan Kaesang Untuk Bergaya Hidup Sederhana Sebagai Ketua Parpol
Meski sempat menangis dan takut untuk diambil, bocah kelas 4 SD yang dirahasiakan asal dan identitasnya itu akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti arahan suster.
"Awalnya memang adek ini nangis terus tapi lama2 kita bujuk dengan baik2 akhirnya durinya berhasil dikeluarkan" ujar Ely.
Dalam pernyataannya, Ely juga memberi penegasan terkait alat yang ia gunakan sebagai perawat di IGD.
Ia menyebut karena keterbatasan alat, ia menggunakan alat seadanya yang sudah disterilisasi.
"Anyway jangan salfok sama alat yang aku pake ya, karena di IGD alatnya terbatas jadi kami pakai seadanya dan tetep dong alatnya dalam keadaan steril" tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









