Waspada! China Mau Bikin Al-quran Tandingan, Isinya Gabungan Ajaran Islam dan Konghucu

AKURAT JAKARTA - Umat Islam harus waspada. Pemerintah China dikabarkan akan membuat Al-quran tandingan yang isinya menggabungkan ajaran Islam dan Konghucu.
Menurut kantor berita Xinhua, rencana sinifikasi terhadap ajaran Islam di China sudah disusun sejak 2018 lalu. Namun hingga kini, program itu belum berjalan secara signifikan.
Sejumlah pejabat dan akademisi China telah berkumpul di Urumqi, Ibu Kota Xinjiang, belum lama ini. Mereka melakukan evaluasi terhadap eksekusi program sinifikasi ajaran Islam tersebut.
Sinifikasi (sinicize) adalah proses mengubah atau memodifikasi sesuatu sesuai dengan budaya China. Tujuannya adalah 'men-China-kan' Islam.
Baca Juga: Jelang Jamu Bali United, Thomas Doll Berikan Libur Satu Hari ke Pemain Persija
Radio Free Asia (RFA) melaporkan, proyek modifikasi Al-quran versi China ini sengaja dilakukan di Xinjiang, yang merupakan wilayah di barat daya China, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, terutama etnis Uighur dan Hui.
Selama ini, pemerintah China mengontrol ketat aktivitas beragama warga Xinjiang. Bahkan, jutaan etnis Uighur dikabarkan ditahan kamp konsentrasi untuk doktrinisasi nilai-nilai komunis.
Pada 2018, Institut Pusat Sosialisme China, bagian dari Kelompok Kerja Front Persatuan Partai Komunis, menyusun rencana nasional 32 poin untuk sinifikasi agama. Rencana ini disebut bakal dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.
Islam di mata pemerintah China memang dipandang sebagai ancaman terhadap keunggulan mereka. Islam dianggap sebagai agama ekstrimis. Karena itu, pemerintah China berupaya 'menjinakkan' Islam dengan menggunakan Konfusianisme (nilai-nilai ajaran Konghucu).
Baca Juga: Ini Daftar 10 Event di Jakarta Akhir Pekan ini, Jangan Sampai Terlewatkan
Partai Komunis China (PKC) ingin memperkuat pengaruh China dengan membuat Al-quran dalam versi terjemahan baru. Terjemahan ini nantinya "menggunakan Konfusianisme untuk menafsirkan kitab suci Al-quran."
Penafsiran ini sendiri merujuk pada koleksi terjemahan dan tulisan Islam Dinasti Qing dalam Bahasa Mandarin yang dikenal sebagai Kitab Han.
Kitab Han adalah kumpulan teks Islam yang menggunakan konsep Konfusianisme untuk menjelaskan teologi Islam.
Wang Zhen, seorang profesor di Institut Pusat Sosialisme China, mengatakan bahwa salah satu cara untuk menjinakkan Islam adalah dengan merilis Al-Quran baru yang sesuai dengan ajaran Konghucu, dan diterjemahkan dalam bahasa Tiongkok.
"Mengsinifikasi Islam di Xinjiang harus mencerminkan aturan historis tentang bagaimana masyarakat berkembang, melalui konsolidasi kekuatan politik, pengamanan masyarakat, dan pembangunan budaya," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







