Sejarah Jakarta: Asal Usul Slipi dari Sleepy

AKURAT.CO - Slipi merupakan salah satu kelurahan yang cukup populer dan strategis di Palmerah, Jakarta Barat.
Slipi sendiri dikenal sejak zaman Batavia dikenal sebagai kawasan niaga, maka jangan salah kini banyak perkantoran dan tempat bisnis di kawasan itu.
Dilansir dari laman barat.jakarta.go.id, menurut Zaenuddin HM, dalam buku karyanya berjudul “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” bahwa Slipi dianggap sebagai tempat paling netral.
Baca Juga: Semprot Air di Jalan Ditegur Menkes, Heru Budi: Gampang, Kalau Tidak Boleh Kita Hentikan
Tempat itu dianggap paling netral dari pada pelabuhan Sunda Kelapa, antara lain karena harga produk yang ditawarkan lebih rendah.
Selain itu, pelabuhan dianggap sudah tidak aman, banyak pemberontakan oleh warga Indonesia.
Maka Gubernur Jendral Dandles (sampai 1811) menetapkan Slipi sebagai kawasan niaga, sebelum kemudian digantikan oleh Lentan Gubernur Thomas Stamford Raffles (Raffles-1811-1816), Batavia di bawah kendali Inggris.
Baca Juga: Atasi Polusi Udara, Heru Bakal Bentuk Satgas dan Lakukan Water Mist
Untuk itu bermula lah kehidupan multi-etnis di wilayah itu, dan Raffles kemudian meletakkan dasar kebijakan ekonomi untuk Pulau Jawa, terutama Slipi.
Sumber lain, menyebutkan pada era 1970-1980an tempat ini disebut Bunderan Slipi karena bentuknya memang melingkar sehingga kendaaan harus berputar jika hendak berganti arah tujuan.
Karena bentuknya melingkar dan lalu lintasnya sering macet, menyebabkan banyak pengendara mudah ngantuk.
Baca Juga: Tawuran Antar Warga Pecah di Depok, Diduga Akibat Sengketa Penarikan Motor
Sehingga diduga, walaupun sepertinya hanya bergurau, Slipi beralas dari kata sleepy yang berarti ngantuk atau tidur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


