Kampung Pelangi Kebayoran Baru Jaksel Dinilai Tak Seindah Namanya, Begini Respons Gubernur Pramono

AKURAT JAKARTA – Kondisi Kampung Pelangi di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dinilai belum seindah namanya mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Ia mengaku belum melihat langsung kondisi kawasan tersebut dan akan mempelajarinya sebelum berbicara lebih jauh soal penataan.
Ia mengatakan belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh mengenai kondisi Kampung Pelangi karena belum melihat langsung situasi di kawasan tersebut.
"Kebetulan saya belum melihat ya, kalau saya jawab nanti saya ngarang. Jadi saya akan lihat dulu dan saya akan pelajari," kata Pramono di Universitas Ciputra Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan perbaikan terhadap kawasan-kawasan yang selama ini dinilai kumuh di Ibu Kota.
Menurutnya, upaya perbaikan tersebut menjadi perhatian Pemprov DKI di berbagai wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.
Ia juga menyebut Jakarta Selatan sebagai salah satu wilayah yang menjadi perhatian, termasuk Kampung Pelangi di Cilandak Timur.
"Tempat-tempat yang selama ini kumuh, apakah itu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan tadi juga Jakarta Selatan di Kampung Pelangi, kami akan melakukan perbaikan ke itu," ujarnya.
Namun, Pramono belum merinci bentuk penataan yang akan dilakukan di Kampung Pelangi, termasuk jadwal pelaksanaan maupun langkah konkret yang akan ditempuh Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: Pemkot Jakbar Cek Status Tanah Kampung Ambon Sebelum Penataan, Bakal Dibuat Taman hingga Lapangan
Sebelumnya, Kampung Pelangi di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi sorotan karena kondisi permukimannya dinilai belum mencerminkan keindahan yang tergambar dari namanya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan penataan kawasan agar lingkungan tempat tinggal warga menjadi lebih baik.
Kampung Pelangi menjadi tempat tinggal sekitar 150 kepala keluarga di atas lahan seluas 3.500 meter persegi.
Mayoritas warga bekerja sebagai pemulung, penarik sampah, dan pekerja serabutan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





