Sistem Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Diterapkan Lagi Mulai 2027, Kemendikdasmen Susun Mekanismenya

AKURAT JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) memberikan tanggapan terbaru mengenai wacana sistem siswa tidak otomatis naik kelas.
Kebijakan ini direncanakan akan mulai diterapkan kembali pada tahun 2027, dan saat ini pemerintah sedang gencar menyusun penguatan mekanismenya.
Kepala BKPDM Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengonfirmasi bahwa seluruh pembahasan dan persiapan kebijakan ini ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Dalam proses perancangannya, Kemendikdasmen memastikan tidak akan berjalan sendiri dan berkomitmen untuk membuka ruang diskusi yang luas.
"Saat ini, penguatan mekanisme tersebut masih dalam proses penyusunan. Dalam prosesnya, kami terus membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan serta memperhitungkan kesiapan sekolah, guru, murid, dan orang tua," tutur Toni saat dihubungi pada Jumat (9/10/2026).
Aturan Kenaikan Kelas Sebenarnya Sudah Ada
Toni menjelaskan bahwa usulan mengenai penguatan kebijakan tinggal kelas ini awalnya direkomendasikan oleh Dewan Pendidikan Nasional.
Meski menjadi perbincangan hangat, ia meluruskan bahwa aturan mengenai kriteria kenaikan kelas sebenarnya sudah ada di dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini dan tetap berlaku.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Berdasarkan regulasi yang berjalan, keputusan seorang siswa naik kelas atau tidak didasarkan pada laporan kemajuan belajar yang mencakup:
Pencapaian akademis pada semua mata pelajaran.
Nilai kegiatan ekstrakurikuler.
Prestasi lainnya selama satu tahun ajaran.
Proses penentuannya pun wajib dilakukan melalui musyawarah dewan guru agar keputusan yang diambil tetap bersifat objektif, adil, serta berorientasi pada perkembangan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





