Guru Madrasah Bisa Mengajar di Luar Negeri, Pendaftaran SILN-CLC Ditutup 2 Oktober

AKURAT JAKARTA - Guru madrasah memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier sebagai pendidik di luar negeri.
Penerimaan guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) dan pendidik tetap Community Learning Center (CLC) masih dibuka hingga 2 Oktober 2026.
Rekrutmen ini membuka peluang bagi guru non-ASN dari sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Agama (Kemenag).
Sejumlah posisi tersedia di berbagai negara, mulai dari Mesir, Arab Saudi, Filipina, Singapura, hingga Malaysia. Formasi yang dibutuhkan cukup beragam, termasuk guru bimbingan konseling (BK), teknologi informasi dan komunikasi (TIK), matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan agama Islam.
Formasi Tersebar di Berbagai Negara
Pada penempatan SILN, kebutuhan guru mencakup sejumlah mata pelajaran dan bidang keahlian.
Di Kairo, Mesir, serta Davao, Filipina, tersedia formasi guru bimbingan konseling.
Sementara itu, SILN Jeddah membuka posisi guru kelas dan TIK, sedangkan Riyadh membutuhkan guru ekonomi, kimia, dan TIK.
Kebutuhan lainnya meliputi guru fisika di Makkah, guru kejuruan kuliner, PKn, dan TIK di Kinabalu, serta guru kimia di Singapura.
Selain SILN, kesempatan juga tersedia melalui CLC di Sabah dan Sarawak, Malaysia.
Baca Juga: Empat Tahun Tak Bisa Pulang ke Yaman, Lulusan UMS Ini Ingin Jadi Dosen di Tanah Airnya
Formasi di Sabah mencakup guru seni budaya, BK, bahasa Inggris, IPA, IPS, matematika, teknik informatika, PGSD/PGMI, PJOK, serta pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan.
Adapun CLC Sarawak membutuhkan guru seni budaya, BK, pendidikan agama Islam, bahasa Indonesia, IPA, matematika, teknik informatika, PJOK, serta pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan.
Beragamnya formasi ini memberi peluang bagi guru dengan latar belakang keahlian berbeda untuk mengikuti seleksi sesuai bidangnya.
Seleksi Berlangsung hingga November
Calon pelamar perlu memperhatikan tahapan seleksi setelah pendaftaran ditutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







