Antropologi hingga Ilmu Komputer, Ini 10 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

AKURAT JAKARTA - Jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) kerap dipandang sebagai pilihan menjanjikan karena berkaitan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Namun, data pasar kerja Amerika Serikat menunjukkan bahwa gelar di bidang tersebut tidak selalu membuat lulusannya mudah memperoleh pekerjaan.
Laporan Labor Market Outcomes of College Graduates by Major dari Federal Reserve AS memperlihatkan bahwa sejumlah jurusan STEM justru memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi.
Teknik komputer mencatat angka 7,5 persen, sementara ilmu komputer dan kimia masing-masing mencapai 6,1 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa prospek suatu bidang studi tidak hanya ditentukan oleh popularitasnya.
Kondisi ekonomi, kebutuhan perusahaan, serta kesesuaian keterampilan lulusan dengan pekerjaan yang tersedia turut memengaruhi peluang kerja.
Jurusan Populer Tak Selalu Berbanding Lurus dengan Peluang Kerja
Dalam daftar jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi, antropologi berada di posisi teratas dengan angka 9,4 persen.
Berikutnya adalah fisika sebesar 7,8 persen dan teknik komputer sebesar 7,5 persen.
Seni komersial dan desain grafis mencatat tingkat pengangguran 7,2 persen, disusul seni murni sebesar 7 persen.
Baca Juga: Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Penuhi Standar Baru, Ada Masa Penyesuaian hingga 9 Tahun
Sementara itu, sosiologi mencapai 6,7 persen.
Tingginya angka pengangguran juga terlihat pada beberapa bidang yang berkaitan dengan teknologi.
Ilmu komputer mencatat 6,1 persen, sedangkan sistem informasi dan manajemen sebesar 5,6 persen.
Angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa jurusan-jurusan itu tidak memiliki prospek.
Tingkat pengangguran dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar kerja pada periode pengukuran, lokasi, pengalaman, hingga kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pemberi kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




