Skor Sains Indonesia 389, Mayoritas Siswa Belum Capai Level Dasar PISA

AKURAT JAKARTA - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 kembali menunjukkan adanya jarak kemampuan sains siswa Indonesia dengan sejumlah negara lain.
Namun, persoalannya bukan hanya Indonesia berada di posisi bawah dalam daftar skor, melainkan seberapa banyak siswa yang belum mencapai kemampuan dasar yang diukur dalam asesmen tersebut.
Dalam PISA 2025, siswa Indonesia memperoleh skor rata-rata 389 poin untuk sains.
Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai 482 poin.
PISA 2025 sendiri melibatkan lebih dari 760.000 siswa berusia 15 tahun dari 91 negara dan ekonomi, dengan sains menjadi bidang utama penilaian.
Data OECD menunjukkan hanya sekitar 37 persen siswa Indonesia yang mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam sains.
Artinya, sekitar 63,2 persen masih berada di bawah Level 2.
Pada level tersebut, siswa setidaknya diharapkan mampu mengenali penjelasan yang tepat untuk fenomena sains yang sudah dikenal dan menggunakan pengetahuan sederhana untuk menilai apakah suatu kesimpulan sesuai dengan data yang tersedia.
Persoalan lain terlihat pada kelompok siswa dengan kemampuan sains paling tinggi.
OECD mencatat hampir tidak ada siswa Indonesia yang mencapai Level 5 atau 6.
Pada rata-rata negara OECD, proporsi siswa yang masuk kategori top performer tersebut mencapai sekitar 7 persen.
Kondisi itu menjadi lebih terlihat ketika dibandingkan dengan negara atau ekonomi dengan skor tinggi.
B-S-J-Z yang mencakup Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang di China memperoleh skor rata-rata sains 597 poin, sedangkan Singapura mencapai 560 poin.
Berikutnya ada Makau 541, Chinese Taipei 540, Jepang 538, Estonia 527, dan Korea 526.
Meski demikian, hasil PISA tidak hanya menunjukkan perbedaan antarnegara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







