Bukan Sekadar Medali, Siswa MAN IC Serpong Ini Buktikan Madrasah Bisa Tembus Kompetisi Sains Dunia

AKURAT JAKARTA - Medali perunggu yang diraih Faris Chariansyah dalam International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026 membawa cerita lebih besar dari sekadar prestasi individu.
Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong itu berhasil menunjukkan bahwa pelajar madrasah juga mampu bersaing dalam bidang sains di tingkat internasional.
Faris menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam kompetisi yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 2-9 Agustus 2026.
Ia berkompetisi bersama peserta dari 19 negara dan berhasil membawa pulang medali perunggu.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana proses pembinaan dan keberanian siswa dalam mendalami bidang yang diminatinya dapat membuka peluang hingga ke tingkat dunia.
Perjalanan Faris Dimulai dari Kompetisi Nasional
Keberhasilan Faris di INSO 2026 tidak diraih secara instan.
Jauh sebelum menjadi bagian dari delegasi Indonesia, ia sudah mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuannya di bidang sains.
Faris sebelumnya berpartisipasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 pada bidang Fisika Terintegrasi.
Ia kemudian mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk bidang Fisika dan Kimia.
Baca Juga: War Tiket Upacara HUT RI Tembus 336 Ribu Pendaftar, Pemerintah Siapkan Tambahan Hingga 3.400 Kursi
Rangkaian kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses yang akhirnya mengantarkan Faris terpilih mewakili Indonesia.
Ia berangkat ke Jeddah bersama Hilmy Lazuardhy Nurramadhan sebagai bagian dari delegasi Merah Putih.
Di ajang yang berkaitan dengan ilmu nuklir tersebut, Faris harus berhadapan dengan peserta dari berbagai negara.
Medali perunggu yang diperolehnya menjadi hasil dari proses panjang yang telah dijalani sejak kompetisi tingkat nasional.
Prestasi Faris Mengubah Pandangan soal Madrasah?
=====
Prestasi Faris juga mendapat perhatian dari MAN IC Serpong.
Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah mempunyai kemampuan untuk berkompetisi dalam bidang sains di tingkat global.
"Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk bersaing dalam bidang sains di tingkat internasional. Kami tentu sangat mengapresiasi capaian Faris dan seluruh proses yang sudah dilaluinya," ujar Hilal dikutip dari laman Kemenag, Rabu (12/8/2026).
Menurut Hilal, pencapaian tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan di madrasah yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan dan minat masing-masing.
Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik.
Siswa juga didorong untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, hingga berani mendalami bidang yang dianggap menarik.
"Bagi kami, kompetisi adalah salah satu bagian dari proses pendidikan. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak memiliki rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk mendalami bidang yang mereka minati," kata Hilal.
Hilmy Juga Jadi Bagian dari Perjuangan
Perjalanan delegasi Indonesia di INSO 2026 tidak hanya diwarnai pencapaian Faris.
Hilmy yang turut mewakili Indonesia memang belum memperoleh medali, tetapi tetap mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah.
Bagi Hilal, pengalaman mengikuti kompetisi internasional merupakan pencapaian tersendiri.
Kesempatan tersebut dapat menjadi modal bagi Hilmy untuk terus mengembangkan kemampuan dan kembali mengikuti kompetisi pada masa mendatang.
"Kami tetap bangga dengan perjuangan Hilmy. Pengalaman dan proses yang dijalani di ajang internasional ini merupakan pencapaian tersendiri. Jangan berhenti berproses karena masih banyak kesempatan untuk meraih prestasi di masa depan," tutup Hilal.
Capaian Faris pada akhirnya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN IC Serpong.
Medali tersebut juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi di bidang sains terbuka bagi siswa dari berbagai latar belakang pendidikan.
Baca Juga: Dari Sea World hingga Roti’O, Ini 7 Daftar Promo Merdeka 17 Agustus yang Sayang Dilewatkan
=====
Bagi kamu yang masih bersekolah di madrasah, kisah Faris dapat menjadi pengingat bahwa minat pada bidang tertentu layak dikembangkan secara serius.
Prestasi internasional bisa berawal dari kompetisi kecil, latihan berulang, dan keberanian untuk terus mencoba. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







