Bukan Sekadar Badut, Riasan di Hari Wisuda Ini Jadi Simbol Perjuangan Hakim hingga Jadi Sarjana

AKURAT JAKARTA - Penampilan Muhammad Hakim saat wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung mungkin terlihat berbeda dari wisudawan lainnya.
Setelah menyelesaikan prosesi wisuda, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) itu justru mengenakan riasan wajah ala badut dan berkeliling bersama rekan-rekan seprofesinya.
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian setelah videonya beredar di media sosial.
Namun, riasan badut yang dikenakan Hakim ternyata bukan sekadar cara untuk merayakan kelulusan.
Di balik wajah yang penuh warna itu terdapat pekerjaan yang sudah dijalani Hakim selama bertahun-tahun.
Profesi sebagai badut ulang tahun menjadi salah satu cara yang membantunya bertahan menjalani kuliah setelah kehilangan sang ayah.
Hakim merupakan salah satu wisudawan yang mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (12/9/2026).
Menjadi Badut Setelah Kehilangan Ayah
Perjalanan Hakim menjadi badut bermula ketika ia duduk di semester tiga. Pada saat itu, sang ayah meninggal dunia.
Kehilangan tersebut membuat Hakim harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu membiayai pendidikannya.
Baca Juga: Tiket BIGBANG Jakarta 2027 Mulai Rp1,7 Juta, Cek Dulu Aturan Pembeliannya
Berbekal kemampuan menghibur anak-anak, ia kemudian mulai menjalani pekerjaan sebagai badut ulang tahun.
"Jadi intinya perjalanan saya mulai profesi badut ini di semester tiga atau ketika ayah meninggal. Jadi ketika ayah Hakim meninggal, Hakim mulai menggeluti dunia badut karena buat cari-cari tambahan untuk kehidupan," tuturnya dikutip dari laman resmi UIN SGD Bandung, Jumat (18/9/2026).
Pekerjaan tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan Hakim selama menjalani masa perkuliahan.
Ia tidak hanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga tetap berusaha menyelesaikan pendidikannya hingga memperoleh gelar sarjana.
Profesi yang Justru Membawanya Lebih Dekat dengan Teman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





