LPQQ Indonesia Wisuda 10 Ribu Santri di Masjid Istiqlal Jakarta, Berhasil Mengentaskan Buta Aksara Al Quran 7 Persen

AKURAT JAKARTA - Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur'an (LPQQ) Indonesia, secara resmi melantik atau mewisuda 10.000 ribu santri se- indonesia yang telah lulus dalam belajar membaca alqur'an.
Dari hasil wisuda tersebut LPQQ juga telah berhasil mengentaskan buta aksara Al Qur'an hingga mencapai 7 persen.
Demikian diungkapkan Ketua LPQQ Indonesia, H.Mahbub Soleh Zarkasy, dalam acara wisuda akbar 1 santri LPQQ Indonesia yang mengambil tema gerakan nasional pengentasan buta aksara Al QUR'AN menuju Indonesia Emas 2045, di Masjid Istiqlal,Jakarta Pusat, Sabtu ( 21/12/2024).
"Wisuda santri nasional ini diikuti 3 provinsi, dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, dari progres awal kita akan wisuda 10 ribu," kata H.Mahbub dalam keterangan resminya.
Mahbub menjelaskan, dari hasil wisuda ini pihaknya juga telah berhasil mengentaskan buta aksara Al Qur'an hingga mencapai 7 persen dalam jangka waktu singkat yakni hanya 9 bulan.
"Itungan 6 hingga 7 persen ini secara resmi menkumham nya keluar itu sejak bulan April sampai Desember 2024. Dari jumlah santri Kelompok belajar membaca al Qur'an 'an (Kbma) yang bermunculan itu dalam jangka waktu 9 bulan," jelasnya.
Baca Juga: Mau Oppo Find X8 Pro Hanya Dengan Rp2 Jutaan? Simak Cara Berikut
Mahbub menambahkan bahwa saat ini para guru atau mualim yang ada di Kelompok belajar membaca al Qur'an (Kbma) masih memiliki keterbatasan dari segi sarana dan prasarana proses pembelajaran.
Meski begitu, kata Mahbub, Kbma masih sangat digemari atau masih mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari kalangan para remaja atau santri pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, metode pembelajaran dengan secara klasik masih menjadi daya tarik dalam memudahkan para santri untuk belajar membaca al Qur'an di tengah perkembangan teknologi di era zaman modern saat ini.
"Kemampuan kami yang sangat terbatas fasilitas kantor pun tidak ada apalagi fasilitas yang lain. Kami masih memiliki keterbatasan buku hampir 80 persen mereka belajar menggunakan foto copy. Tapi walaupun dengan foto copy semangat mereka untuk belajar membaca alquran sangat luat biasa," ucapnya.
"Pembelajaran klasikal ini yang menarik perhatian dan sangat memudahkan mualim maupun peserta untuk belajar membaca alquran dari kalangan anak anak remaja ini insya allah sangat luar biasa antusias dengan belajar di kbma," sambungnya.
lebih lanjut, ia berharap kepada pemerintah agar tetap dan terus meningkatkan kerjasama dalam program pengentasan buta aksara al Qur'an dan pemerintah juga dapat membantu memberikan bantuan fasilitas proses pembelajaran terutama buku.
"Harapan kami semoga di tahun 2025 ini gerakan yang sekarang menjadi judul dan moto LPQQ Indonesia bisa terbantu pengadaaan buku fasilitas pembelajaran," tutupnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






