Pengupas Bawang Protes ke Kemensos karna Masuk Desil Tinggi, Padahal Penghasilan Harian Cuma Rp 25 Ribu

AKURAT JAKARTA – Persoalan desil yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) turut dirasakan warga berpenghasilan rendah seperti pengupas bawang.
Salah satunya yaitu Yuningsih (60), seorang pengupas bawang asal Kramat Jati, Jakarta Timur.
Masuk dalam desil tinggi yaitu desil 6, Yuningsih mengaku belum pernah menerima bantuan sosial meski sehari-hari hanya berpenghasilan sekitar Rp25 ribu.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Janji Cek Desil Warga yang Bermasalah dalam Sepekan, Ketum KWJK: Kami Akan Kawal!
Yuningsih datang ke aksi Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) di depan Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (17/9/2026), untuk memperjuangkan kondisi dirinya dan keluarganya.
Sehari-hari, Yuningsih mengupas bawang dari rumah. Ia mendapat upah Rp2.500 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas. Jika kondisi tubuhnya sehat, penghasilannya sekitar Rp25 ribu per hari.
"Seharinya cuma dapat Rp25.000. Per kilonya cuma Rp2.500," kata Yuningsih kepada wartawan.
Ia mengatakan, penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama anaknya yang masih duduk di kelas 1 SD.
"Yang penting anak saya buat makan sama kontrakan," ujarnya.
Yuningsih mengaku belum pernah menerima bantuan sosial. Ia bahkan mengatakan telah mengajukan bantuan melalui RT hingga kelurahan, tetapi bantuan yang diharapkan belum kunjung diterima.
"Saya udah ngajuin ke RT, terus saya udah ngajuin ke kelurahan. Disuruh ke kelurahan, saya ke kelurahan," tuturnya.
Menurut Yuningsih, dirinya kemudian diminta menunggu panggilan. Namun, hingga kini ia mengaku belum mendapatkan bantuan.
"Nah, ternyata katanya mau ditelepon, tahunya enggak. Nah, habis itu saya tunggu sampai sekarang, ya begini," ucapnya.
Kondisi ekonomi Yuningsih juga tidak selalu memungkinkan dirinya bekerja setiap hari. Ia mengaku pernah berhenti mengupas bawang selama sekitar sepekan karena kondisi tubuhnya tidak sehat dan harus berobat akibat darah rendah.
"Kalau badan saya sehat. Kemarin saya seminggu enggak. Soalnya ini darah saya terlalu rendah," katanya.
Meski begitu, Yuningsih tetap berusaha mengupas bawang ketika kondisi tubuhnya memungkinkan. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan anaknya.
"Kalau enggak begitu anak saya enggak jajan, enggak makan. Enggak ada suami, enggak ada yang cari makan," tukasnya.
Yuningsih berharap persoalan desil tidak membuat dirinya dan keluarga kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Ia mengaku tidak meminta bantuan dalam jumlah besar.
"Semoga aja kita dapat rezeki yang enggak minta besar, yang cukup. Cukup buat biaya sekolah sama makan untuk kontrakan," harapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






