Jakarta

Begini Kata Warga Sekitar Terkait JPO Dewi Sartika yang Berujung di Tengah Jalan

Laode Akbar | 9 September 2026, 16:02 WIB
Begini Kata Warga Sekitar Terkait JPO Dewi Sartika yang Berujung di Tengah Jalan
JPO di kawasan Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur, yang berujung di tengah jalan. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Warga sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, menilai fasilitas tersebut masih jarang digunakan.

Selain karena aksesnya belum tersambung dengan trotoar, keberadaan tangga JPO yang berujung di tengah jalan juga dinilai membingungkan pengguna jalan.

Salah seorang warga sekitar, Ferdi (32), mengatakan, banyak pejalan kaki memilih menyeberang melalui bagian bawah JPO.

Baca Juga: JPO Dewi Sartika Berujung di Tengah Jalan, Pemprov DKI Pasang Pelican Crossing dan Barier

Menurutnya, warga tetap harus menyeberang kembali setelah turun dari tangga JPO karena akses tersebut belum terhubung langsung dengan trotoar di sisi jalan.

"Jarang dipakai. Banyak juga yang lewat bawah karena sama saja, setelah turun dari JPO masih harus menyeberang lagi," ujar Ferdi, Selasa (9/9/2026).

Ia menyebut, kondisi JPO tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak sebelum 2019.

Hingga kini, akses tangga JPO yang berada di dekat Apartemen Signature Park Grande belum tersambung secara sempurna dengan jalur pedestrian.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (9/9/2026), Pemprov DKI Jakarta baru memasang barier berwarna kuning di sekitar ujung tangga JPO.

Baca Juga: Soal Kenaikan Tarif Layanan Eksekutif RSUD, Komisi E DPRD DKI: Jangan Bikin Kaget Warga

Sejumlah marka jalan, termasuk zebra cross, juga tampak baru dicat. Fasilitas pelican crossing disiapkan sebagai akses penyeberangan sementara bagi pejalan kaki.

Meski demikian, Ferdi menilai langkah tersebut belum menyelesaikan persoalan utama.

Keberadaan tiang JPO di tengah jalan juga disebut membuat mobil dan sepeda motor terkadang kebingungan saat hendak melaju lurus maupun berbelok.

"Mobil dan motor kadang terlihat kagok, mau belok atau lurus karena ada tiang JPO di tengah jalan," kata Ferdi.

Ia berharap pemerintah dan pihak pengembang segera menyelesaikan pembangunan JPO secara menyeluruh.

Menurutnya, fasilitas penyeberangan seharusnya tidak hanya tersedia, tetapi juga aman, terhubung dengan trotoar, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.