Saat Abu Vulkanik Mengancam Pernapasan, Masker KN95 Ternyata Lebih Disarankan

AKURAT JAKARTA - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu jarak pandang atau membuat lingkungan kotor.
Partikel halus yang beterbangan juga dapat masuk ke saluran pernapasan sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah.
Kondisi tersebut membuat penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan yang penting.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan secara khusus mengimbau masyarakat menggunakan masker KN95 ketika harus keluar rumah di tengah paparan abu vulkanik.
“Kalau toh harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95,” ujar Budi melalui akun Instagram @bgsadikin.
Imbauan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan masker tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Ketika yang dihadapi adalah partikel abu vulkanik berukuran kecil, kemampuan masker dalam menyaring partikel menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Menkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan perlindungan apabila KN95 tidak tersedia.
Menurutnya, menutup hidung dan mulut tetap lebih baik daripada tidak menggunakan perlindungan sama sekali.
“Kalau tidak ada masker KN95, cari apapun masker yang ada atau setidak-tidaknya tutup hidung dan mulut,” katanya.
Secara umum, respirator seperti N95 memang dirancang untuk menyaring partikel yang terdapat di udara.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan respirator N95 sebagai perlindungan ketika seseorang terpapar abu vulkanik, termasuk saat berada di luar ruangan maupun ketika membersihkan abu.
Salah satu hal penting dalam penggunaan respirator adalah memastikan masker terpasang rapat.
Celah di sekitar wajah dapat membuat udara yang membawa partikel masuk sehingga perlindungan menjadi kurang optimal.
KN95 juga termasuk respirator partikulat yang dapat memberikan perlindungan terhadap partikel di udara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






