Jakarta

Menkeu Purbaya Ngamuk! Anggaran Program MBG Pakal Dipangkas Lagi, Bahkan Hingga Di Bawah Rp 200 Triliun

M Rahman Akurat | 4 September 2026, 09:49 WIB
Menkeu Purbaya Ngamuk! Anggaran Program MBG Pakal Dipangkas Lagi, Bahkan Hingga Di Bawah Rp 200 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa

AKURAT JAKARTA — Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan kembali mengalami pemangkasan, bahkan hingga tersisa Rp 200 triliun.

Rencana efisiensi anggaran program MBG ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran awal untuk program MBG pada tahun 2026 sebenarnya ditetapkan sebesar Rp 330 triliun.

Baca Juga: 167 Kursi Magang Dibuka Kemdiktisaintek, Lulusan Baru Punya Kesempatan Dapat Uang Saku dan Sertifikasi BNSP

Namun, setelah melalui proses perampingan, angka tersebut menyusut menjadi Rp 260 triliun, hingga kini kembali dipangkas menjadi Rp 240 triliun.

Menkeu Purbaya menilai langkah efisiensi ini masih sangat mungkin dilakukan pada program prioritas milik Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, Purbaya bahkan menyebut anggaran MBG berpeluang ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun.

"MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun)," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Viral! Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK, Ini Penjelasan PT Pertamina

Pemangkasan Anggaran Lewat Pemanfaatan Teknologi

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 240 triliun untuk program tersebut tahun depan.

Kendati demikian, ia optimistis angka nominal tersebut masih bisa ditekan lebih jauh tanpa mengurangi esensi program, yakni melalui pemanfaatan teknologi.

"Tahun depan juga dianggarkan Rp 240 (triliun), tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi," sebut Purbaya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.