Terungkap Ini Penyebab Keracunan 512 Santri di Sidoarjo

AKURAT JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar penyebab kasus keracunan massal yang menimpa 512 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Insiden itu usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dipicu oleh ketidakdisiplinan petugas dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian makanan.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan batas waktu distribusi dari dapur memasak ke penerima seharusnya maksimal empat jam.
Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Hermawan Ungkap Marak TPS Ilegal di Jakarta Sudah Lama Dibiarkan
Namun di lapangan, proses penyajian melewati batas tersebut.
"Menu MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga mudah basi dan rentan terpapar bakteri jika dibiarkan lebih dari empat jam," terang Ketut kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Ketut menyayangkan masih adanya Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), penanggung jawab di lapangan, hingga pihak sekolah yang mengabaikan jadwal pengawasan dan waktu pembagian makanan.
Padahal, BGN rutin menggelar pengawasan dua kali sehari, yakni saat pasokan bahan tiba pukul 17.00 WIB dan pengawasan proses memasak pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan hasil investigasi bersama dinas kesehatan setempat, sebanyak 512 santri terdampak dalam peristiwa ini. Sebanyak 312 santri telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 120 santri lainnya berada dalam pemantauan.
BGN mengambil langkah tegas atas kelalaian tersebut dengan menjatuhkan sanksi administratif berupa pembekuan izin operasi terhadap pihak pengelola dapur penyedia.
"Kami telah memberlakukan suspend kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo Tanggulangin," tegas Ketut.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






