LPDP Kucurkan Rp28 Juta per Bulan untuk Guru SMK Magang di Jerman, Ada Target Besar di Baliknya

AKURAT JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan dukungan biaya hidup hingga sekitar Rp84 juta bagi guru SMK yang mengikuti program magang di Jerman selama tiga bulan.
Namun, dana tersebut bukan semata-mata fasilitas perjalanan ke luar negeri.
Di balik anggaran tersebut, ada harapan agar pengalaman yang diperoleh guru dapat memberikan dampak lebih luas ketika mereka kembali ke Indonesia.
Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP, Agam Bayu Suryanto, mengatakan setiap peserta akan mendapatkan dukungan biaya hidup sebesar 1.400 Euro atau sekitar Rp28 juta per bulan selama berada di Jerman.
"LPDP menyediakan dukungan biaya hidup selama Bapak dan Ibu berada di Jerman selama tiga bulan, per bulannya 1.400 Euro. Jadi sekitar Rp28 juta," ujar Agam di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026.
Jika dihitung selama tiga bulan, total dukungan tersebut mencapai sekitar 4.200 Euro atau Rp84 juta.
Besaran dalam rupiah tetap bergantung pada nilai tukar euro terhadap rupiah.
Dana tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan peserta selama mengikuti program.
Mulai dari tempat tinggal, makanan hingga transportasi sehari-hari selama menjalani kegiatan di Jerman.
"28 juta itu digunakan untuk akomodasi, untuk penginapan, untuk beli makan, untuk transpor sehari-hari," ujarnya.
Baca Juga: All New Suzuki 125 cc: Performa Mesin Halus, Fitur Canggih, Desain Gahar Jadi Daya Tarik Utama
Meski nominalnya cukup besar, tujuan utama program ini bukan memberikan keuntungan finansial kepada peserta.
LPDP justru melihat keberangkatan guru SMK ke Jerman sebagai bagian dari investasi terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Selama tiga bulan, guru SMK peserta program akan memperoleh pengalaman belajar di dua institusi, yakni Festo dan Technical University of Dresden (TUD).
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting karena guru tidak hanya memperoleh pengetahuan secara akademik.
Mereka juga dapat melihat secara langsung bagaimana pendidikan, teknologi, dan dunia industri berjalan di salah satu negara dengan perkembangan teknologi maju.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





