Bukan Sekadar Wisuda Bareng, Ayah dan Anak Mahasiswa UNY Ini Meneliti Dunia Kerja dari Dua Sisi

AKURAT JAKARTA - Momen wisuda biasanya menjadi penanda keberhasilan seseorang menyelesaikan perjalanan akademik.
Namun, bagi Ardi Ariyanto dan putrinya, Shafira Rizqi Amalia, wisuda pada Agustus 2026 memiliki cerita yang lebih istimewa.
Keduanya sama-sama meraih gelar magister dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sekaligus menutup perjalanan pendidikan mereka di waktu yang hampir bersamaan.
Ardi menyelesaikan studi S2 Manajemen Pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, sedangkan Shafira meraih gelar magister dari S2 Psikologi Fakultas Psikologi UNY.
Menariknya, meski berasal dari bidang ilmu berbeda, penelitian keduanya ternyata memiliki satu benang merah: kesiapan manusia menghadapi dunia kerja dan pentingnya kompetensi untuk menjawab tuntutan tersebut.
Ardi memulai pendidikan magisternya pada semester gasal 2024.
Sementara itu, Shafira sudah lebih dahulu menempuh studi S2 sejak semester genap 2023.
Perbedaan waktu masuk kuliah tersebut tidak membuat keduanya kehilangan tujuan untuk menyelesaikan pendidikan.
Pada Agustus 2026, keduanya akhirnya mengenakan toga bersama dalam momentum wisuda UNY.
Bagi Ardi dan Shafira, pencapaian tersebut tidak hanya menunjukkan bahwa mereka berhasil memperoleh gelar akademik.
Baca Juga: Usia Baru 20 Tahun Sudah Lulus UGM, Ayyub Ungkap Cara Membagi Waktu Kuliah dan Kerja
Momen itu menjadi simbol bahwa proses belajar dapat terus dilakukan lintas generasi dalam sebuah keluarga.
"Momen ini menjadi penanda perjalanan dua generasi dalam keluarga yang sama-sama memilih untuk terus belajar dan mengembangkan diri," ungkap Ardi dalam laman UNY dikutip Minggu (30/8/2026).
Namun, cerita keduanya menjadi semakin menarik ketika melihat topik tesis yang mereka pilih.
Ardi mengangkat penelitian berjudul "Pengembangan Model Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan (DELMANPEKOMTENDIK) Perguruan Tinggi Negeri Berbasis Kontrak Kinerja".
Melalui penelitian tersebut, Ardi menyoroti bagaimana perguruan tinggi negeri dapat mengembangkan kompetensi tenaga kependidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






