Jakarta

Pedagang Sekitar Stasiun Manggarai Khawatir Tergusur Pelebaran Jalan Imbas Pembangunan LRT Jakarta

Laode Akbar | 26 Agustus 2026, 17:32 WIB
Pedagang Sekitar Stasiun Manggarai Khawatir Tergusur Pelebaran Jalan Imbas Pembangunan LRT Jakarta
Pedagang sekitar Stasiun LRT Manggarai yang terdampak penggusuran akibat pelebaran jalan. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Pedagang di sekitar Stasiun LRT Jakarta Manggarai mengaku cemas dengan wacana pelebaran jalan yang disebut-sebut akan berdampak terhadap tempat usaha mereka.

Seorang pedagang warung di sekitar kawasan Stasiun LRT Jakarta Manggarai berinisial Y mengatakan, informasi mengenai rencana pelebaran jalan tersebut sudah beredar sejak awal pembangunan LRT Jakarta.

Menurutnya, Jalan Minangkabau Barat hingga arah Jalan Sultan Agung menuju Pasar Rumput disebut berpotensi diperlebar sekitar 4 hingga 6 meter.

Baca Juga: Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb di Playoff UCL, 27 Agustus 2026: Duel Sengit di Norwegia

"Memang nih dari jalan ini sampai ke depan Jalan Sultan Agung, sampai arah Pasar Rumput, itu ada kemungkinan besar diperlebar sekitar antara 4 sampai 6 meter," kata pedagang tersebut kepada Akurat Jakarta di lokasi, Rabu (26/8/2026).

Ia mengaku, mengetahui informasi itu dari percakapannya dengan sejumlah pekerja proyek LRT Jakarta.

Bahkan, menurut dia, para pekerja sempat menunjukkan denah proyek yang menjadi dasar informasi mengenai rencana pelebaran jalan tersebut.

"Ya saya kan sering ngobrol sama pegawai sana, pekerjanyalah. Dan dari alasan mereka kan ada denah gambar proyek ini, infonya seperti itu," ujarnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi yang diterima para pedagang terkait rencana tersebut.

Baca Juga: Mulai Rp2,716 Miliar, Toyota Land Cruiser 300 HEV Tawarkan Desain Garang Kekar Berpadu Mesin V6 Twin-Turbo Paling Bertenaga

Pedagang itu mengatakan informasi mengenai kemungkinan pelebaran jalan sudah diketahui sejak pembangunan LRT Jakarta dimulai. Namun, pihaknya masih belum mengetahui apakah wacana tersebut benar-benar akan direalisasikan.

"Sebenarnya sudah lama ya Pak ya, semenjak awal lah semenjak ditancapkannya paku bumi itu sampai selesai seperti ini. Cuma kita juga nggak tahu nih betul apa tidak wacana itu, karena memang belum ada pemberitahuan resmi terhadap kami sebagai para pedagang kaki lima di lingkungan sini," tuturnya.

Ia khawatir jika pelebaran Jalan Minangkabau Barat benar-benar dilakukan, sejumlah warung dan toko yang berada di sekitar lokasi akan terdampak hingga harus dipindahkan.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu mata pencaharian pedagang yang selama ini mengandalkan usaha di lokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Karena kan paling tidak kami juga merasa dirugikan gitu. Karena apa? Kami sebagai kaki lima yang dikatakan pencarian dari tahun ke tahun untuk mencari nafkah untuk anak, istri, dan keluarga ya jadi hilang," katanya.

Baca Juga: Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dibatalkan, Padahal Dekorasi hingga Konsumsi Sudah Disiapkan, Ternyata Ini Alasannya!

Meski mendukung pembangunan LRT Jakarta karena dinilai dapat meningkatkan fasilitas transportasi massal, ia berharap pemerintah tetap memperhatikan nasib pedagang yang terdampak.

Menurutnya, jika memang nantinya harus dipindahkan, pedagang berharap mendapatkan kompensasi atau penggantian modal agar dapat kembali menjalankan usaha di lokasi baru.

"Ya harapannya ya kemungkinan ya kita ada kompensasi lah. Kompensasi karena mungkin ketika kami dipindahkan atau dihilangkan lokasi tempat di sini kami kan kemungkinan ada modal tambahan," tukasnya.

Sebagai informasi, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai akan segera diresmikan. Peresmian yang seharusnya dijadwalkan pada 26 Agustus 2026 namun dibatalkan sementara.

Baca Juga: Toyota Land Cruiser 300 HEV Segera Jadi Andalan, SUV Hybrid Tangguh dengan Fitur Safety TSS 3.0 dan Auto-MTS Canggih

Pembatalan ini pun ramai diperbincangkan publik yang dikaitkan dengan ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian tersebut karena berangkat meninjau korban bencana NTT. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.