Nasib PPPK Paruh Waktu Mulai Terjawab, Status Penuh Menanti pada 2027

AKURAT JAKARTA - Rencana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh mulai Januari 2027 memberi angin segar bagi para guru yang masih berstatus paruh waktu.
Namun, perubahan status tersebut bukan berarti seluruh proses bisa berjalan tanpa persiapan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh mulai 2027.
Pengangkatan itu tidak dilakukan dengan menggelar seleksi ulang selama ketentuan yang telah ditetapkan dapat dipenuhi.
"PPPK paruh waktu itu nanti akan diangkat menjadi PPPK penuh mulai Januari 2027," ujar Mendikdasmen.
Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan besar sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Salah satunya adalah memastikan kebutuhan guru di berbagai daerah melalui pendataan yang lebih akurat.
Menurut Abdul Mu’ti, data tersebut menjadi salah satu dasar penting agar pengangkatan PPPK dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pemerintah tidak ingin kebijakan yang telah disiapkan berjalan tanpa mempertimbangkan kondisi kebutuhan tenaga pendidik di lapangan.
"Harus kita lihat persiapannya, kan itu nanti ada banyak persiapan yang harus kita lakukan, termasuk juga pendataan yang lebih akurat lagi tentang kebutuhan guru kita," jelasnya.
Artinya, masa menuju Januari 2027 menjadi periode penting bagi pemerintah untuk melakukan pemetaan.
Data kebutuhan guru harus dipastikan akurat agar proses pengangkatan dapat berjalan secara tepat.
"Jadi memang semuanya harus kita laksanakan dengan seksama, dengan data yang akurat," terangnya.
Di tengah rencana pengangkatan menjadi PPPK penuh, peluang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga masih terbuka.
Namun, mekanismenya berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






