Indonesia Kekurangan 464 Ribu Guru, P2G Desak 200 Ribu PPPK Diangkat Otomatis

AKURAT JAKARTA - Rencana pemerintah dan DPR mengangkat guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu serta membuka peluang PPPK Penuh Waktu menjadi PNS mendapat apresiasi dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
Namun, P2G menilai kebijakan tersebut tidak seharusnya berhenti pada rencana.
Pemerintah dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) didesak segera mengangkat sekitar 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu secara otomatis menjadi PPPK Penuh Waktu.
Desakan itu muncul di tengah persoalan yang lebih besar.
Indonesia disebut masih kekurangan sekitar 464 ribu guru PNS di sekolah negeri, sementara lebih dari 250 ribu kelas tidak memiliki guru.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan persoalan tata kelola guru di Indonesia selama ini sudah terlalu kompleks.
“Ini adalah upaya nyata mengurai satu persatu benang kusut tata kelola guru yang dialami Indonesia sejak era sebelumnya,” kata Satriwan dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut dia, persoalan guru mencakup lima aspek, yakni kesejahteraan, kompetensi, rekrutmen, distribusi, dan perlindungan.
Rencana pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu hingga peluang menjadi PNS dinilai dapat membantu menyelesaikan persoalan rekrutmen, distribusi, dan kesejahteraan.
P2G menyoroti dampak kekurangan guru yang sudah dirasakan sekolah di berbagai daerah, bahkan di kota besar seperti Jakarta.
Baca Juga: Tiket Kereta Tak Harus Hangus Saat Rencana Berubah, Ini Cara Mengurusnya
Kekosongan tenaga pendidik membuat guru yang tersedia harus menanggung beban mengajar hingga 40 sampai 50 jam pelajaran setiap minggu.
Kondisi tersebut juga memunculkan persoalan lain, yakni ketidaksesuaian antara kompetensi guru dan mata pelajaran yang diajarkan.
“Bagaimana anak mendapatkan materi yang bermutu, pelajaran bahasa Indonesia diajar oleh guru olahraga, kekurangan guru agama diajar oleh guru seni rupa. Pembelajaran yang tak memenuhi syarat kompetensi. Inilah fakta yang terjadi di Indonesia sekarang,” kata Satriwan.
P2G menilai masalah ini tidak bisa dibiarkan karena kekosongan guru dapat memengaruhi kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan nasional.
P2G meminta pemerintah mengangkat otomatis 200 ribu guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dengan masa kerja hingga usia pensiun 60 tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






