Jakarta

400 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Ancaman Berikutnya Bukan Cuma Bangunan Rusak

Anggerhana Denni Rahmawati | 19 Agustus 2026, 20:30 WIB
400 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Ancaman Berikutnya Bukan Cuma Bangunan Rusak
Gempa NTT bikin 400 sekolah terdampak.

AKURAT JAKARTA - Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas masyarakat.

Aktivitas pendidikan anak-anak juga ikut berada dalam ancaman.

Sekitar 400 bangunan sekolah tercatat terdampak gempa.

Data tersebut masih diperbarui pemerintah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta pemerintah daerah untuk mengetahui tingkat kerusakan masing-masing sekolah.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan sekolah terdampak nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakannya, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

"Per hari ini, kami sudah menerima data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentunya, serta dari pemerintah daerah. Kurang lebih sekolah yang terdampak itu 400 sekolah," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Kerusakan bangunan sekolah menimbulkan persoalan lain yang tidak kalah penting.

Jika fasilitas pendidikan tidak dapat digunakan, siswa berpotensi kehilangan ruang untuk belajar dalam waktu yang tidak dapat dipastikan.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak.

Pemerintah pun didorong tidak hanya berkonsentrasi pada perbaikan gedung, tetapi juga memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

Baca Juga: Toyota Land Cruiser 300 HEV Hadir Lebih Garang dari Varian Diesel, Ini Fitur Off-Road Canggih dan Alasan Jadi Raja SUV Premium

"Tentu kami tidak menginginkan adanya bencana ini kemudian pendidikan kita akan terhenti lama. Kami ingin bahwa proses belajar mengajar terus berjalan di saat gempa, yang sampai dengan hari ini memang masih berlangsung gempa susulan," ujarnya.

Karena itu, sekolah darurat dinilai dapat menjadi solusi sementara sembari pemerintah memperbaiki atau membangun kembali fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

Konsep sekolah darurat tidak harus selalu berupa bangunan baru.

Fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan selama memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar dan kondisi keamanan memungkinkan.

Lalu Hadrian menyebut sekolah yang masih dapat digunakan akan tetap diinventarisasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.