Jakarta

Hebat! Dua Talenta Muda Indonesia Harumkan Nama Bangsa di Kompetisi Global UNESCO: Salsabilla Nur Feranti dan Veldesen Yaputra

M Rahman Akurat | 16 Agustus 2026, 16:10 WIB
Hebat! Dua Talenta Muda Indonesia Harumkan Nama Bangsa di Kompetisi Global UNESCO: Salsabilla Nur Feranti dan Veldesen Yaputra
Salsabilla Nur Feranti: Peneliti ITB yang Angkat Narasi "Shared Ground" di Tanzania - (istimewa)

AKURAT JAKARTA – Dua anak muda Indonesia, Salsabilla Nur Feranti dan Veldesen Yaputra, berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Keduanya terpilih untuk mewakili Indonesia dalam program global bergengsi bertajuk “Capture the Future: Global Youth Storytelling Initiative for People and Nature”.

Program skala dunia ini diselenggarakan oleh UNESCO melalui Man and the Biosphere (MAB) Programme yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi global, Vivo.

Keduanya sukses menyisihkan pendaftar dari berbagai negara dalam kompetisi yang berlangsung sejak 5 Maret hingga 31 Mei 2026 tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?

Melalui Penilaian Ketat Dewan Juri UNESCO di Paris

Proses seleksi kompetisi ini berjalan sangat ketat. Pemilihan representatif pemuda berprestasi dari seluruh dunia dilakukan langsung oleh Dewan Juri yang terdiri dari para pakar Man and the Biosphere Programme.

Sidang penilaian akhir dan penentuan pemenang dilaksanakan di Kantor Pusat UNESCO, Paris, pada 29 Juli 2026.

Keberhasilan Salsabilla dan Veldesen menjadi bukti nyata bahwa narasi lokal dari Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di level global.

Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Manchester City di Community Shield, 16 Agustus 2026: Duel Perebutan Trofi Pembuka Musim di Cardiff

Mengangkat Isu Cagar Biosfer Lewat Seni Storytelling

Program Capture the Future sendiri dirancang untuk mengajak generasi muda berusia 18–35 tahun di seluruh dunia untuk memanfaatkan media fotografi dan video.

Fokus utamanya adalah mengisahkan hubungan harmonis antara manusia dan alam di kawasan cagar biosfer.

Dalam menentukan pemenang, Dewan Juri UNESCO menekankan beberapa poin penilaian utama, antara lain:

  • Kekuatan Storytelling: Kemampuan menyampaikan pesan yang mendalam.

  • Kreativitas & Autentisitas Karya: Keaslian ide dan pendekatan visual yang unik.

  • Kualitas Teknis: Ketajaman, komposisi, dan visualisasi gambar atau video.

Selain aspek estetika, karya yang dikirimkan wajib mengangkat isu-isu krusial global. Mulai dari konservasi keanekaragaman hayati, adaptasi perubahan iklim, pengetahuan tradisional, mata pencaharian berkelanjutan, hingga realitas kehidupan masyarakat lokal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.