Jakarta

Bukan Sekadar Proposal, Program Ini Tantang Mahasiswa Cari Masalah Nyata di Masyarakat

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 Agustus 2026, 18:15 WIB
Bukan Sekadar Proposal, Program Ini Tantang Mahasiswa Cari Masalah Nyata di Masyarakat
Ilustrasi pengajuan proposal yang dilakukan oleh mahasiswa. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kuliah.

Melalui Program Aksara Mahasiswa 2026, mereka justru didorong turun langsung mencari persoalan yang dihadapi masyarakat dan merancang solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi.

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) kini membuka penerimaan proposal Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) Tahun Anggaran 2026.

Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi mahasiswa dan dosen sekaligus menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), I Ketut Adnyana, menilai hasil pengembangan di perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti sebagai riset atau teknologi di lingkungan kampus.

“Banyak teknologi telah dikembangkan di kampus. Tantangannya adalah bagaimana hasil pengembangan teknologi tersebut dapat bertemu dengan masyarakat dan digunakan dalam kondisi yang nyata.

Karena itu, jangan mulai bertanya teknologi apa yang kita punya, mulai dari persoalan, persoalan apa yang sedang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujar Direktur Ketut.

Program Aksara Mahasiswa menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses penyelesaian masalah.

Mereka tidak hanya membuat konsep dari ruang kelas, tetapi harus memahami kondisi mitra dan bekerja bersama masyarakat.

Dalam proses tersebut, mahasiswa dapat belajar bernegosiasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, hingga bertanggung jawab terhadap program yang dijalankan.

Baca Juga: Pernah Dapat Nilai C di Harvard, Wamendiktisaintek Stella Christie Justru Menemukan Jalan yang Tepat

Pendekatan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja sama.

Solusi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti ketika program selesai, tetapi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Artinya, ukuran keberhasilan program bukan hanya proposal yang lolos pendanaan, melainkan seberapa relevan solusi yang diberikan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi mahasiswa dan dosen yang tertarik mengikuti program ini, pengajuan proposal telah dibuka sejak 13 Agustus 2026.

Batas akhir pengajuan adalah 27 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB melalui laman BIMA di bima.kemdiktisaintek.go.id.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.