Jakarta

Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Pohon Pinang di Jakarta Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun

Laode Akbar | 14 Agustus 2026, 18:28 WIB
Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Pohon Pinang di Jakarta Keluhkan Daya Beli Masyarakat Menurun
Pedagang pohon pinang dan bambu di Jalan Manggarai Utara II, Tebet, Jakarta Selatan. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Sejumlah pedagang pohon pinang dan bambu di kawasan Jalan Manggarai Utara II, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan mengeluhkan penurunan pendapatan jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Salah satu pedagang pohon pinang dan bambu, Khafi (55), mengungkapkan adanya penurunan daya beli masyarakat menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penjualan pohon pinang yang biasanya digunakan untuk perlombaan panjat pinang setiap perayaan 17 Agustus.

Baca Juga: Data Desil Lambat Diperbarui hingga Persulit Akses Bansos Pendidikan, Komisi E DPRD DKI Dorong Pembentukan Pansus

Kahfi mengatakan, penjualan pohon pinang tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya dari sisi pola, yakni masih tersendat dan tidak langsung habis terjual. Namun, ia merasakan daya beli masyarakat tahun ini cenderung lebih rendah.

"Daya belinya sepertinya lebih bagus tahun lalu daripada tahun sekarang. Sekarang agak ada penurunan," kata Khafi kepada Akurat Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Khafi mengurangi jumlah stok pohon pinang yang disiapkannya tahun ini. Jika pada tahun lalu ia mengambil sekitar 15 batang, tahun ini hanya menyediakan 10 batang.

"Kalau pinang, saya ambil dari penyuplai itu 10 batang. Alhamdulillah sampai sore ini sudah terjual enam batang pohon pinang," ujarnya.

Menurut Khafi, penjualan pohon pinang memang tidak selalu terjadi menjelang 17 Agustus.

Baca Juga: Terowongan MRT Bundaran HI-Kota Kini Sudah Terhubung, Pembangunan Fase 2A Capai 62,68 Persen

Sejumlah pelanggan bahkan baru akan menggunakan pohon tersebut beberapa hari setelah perayaan HUT RI.

"Kita harus sabar dulu sampai tanggal 17 Agustus, bahkan ada kemungkinan tadi ada yang pesan sampai tanggal 22 baru mau pakainya," tuturnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.