Jakarta

Bukan Milik Pemprov DKI, JPO Depan DPR yang Viral Tanpa Tangga Ternyata Dibangun Kementerian PUPR

Laode Akbar | 13 Agustus 2026, 14:57 WIB
Bukan Milik Pemprov DKI, JPO Depan DPR yang Viral Tanpa Tangga Ternyata Dibangun Kementerian PUPR
JPO depan Gedung DPR RI yang tak memiliki akses tangga (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, merespons kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Gedung DPR RI, Senayan, yang kini tidak memiliki akses tangga.

Kondisi itu membuat masyarakat tidak dapat menggunakan JPO tersebut untuk menyeberang jalan.

Pramono menegaskan bahwa JPO yang berada di Jalan Gatot Subroto itu bukan merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Baca Juga: Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Tuntas 2028, Progres Sudah Capai 25 Persen

JPO tersebut diketahui dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"JPO yang ada di Senayan itu adalah JPO yang dulunya dibangun oleh Kementerian PUPR," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pramono mengatakan, pihaknya tetap akan merawat JPO milik Pemprov DKI Jakarta yang masih dibutuhkan masyarakat.

"Dan bagi Pemerintah DKI Jakarta, semua JPO yang masih bisa dan diperlukan tentunya kami merawatnya," ujarnya.

Menurut Pramono, Pemprov DKI memiliki kebijakan untuk mengevaluasi keberadaan JPO di Jakarta.

Baca Juga: Sentuhan Beyond Zero di Land Cruiser 300 HEV, SUV Mewah Ramah Lingkungan yang Siap Dobrak Pasar Mobil Premium Indonesia

Fasilitas penyeberangan yang masih diperlukan akan dipertahankan dan dirawat, sedangkan JPO yang sudah tidak difungsikan atau tidak lagi dibutuhkan dapat ditarik atau dibongkar.

"Sehingga dengan demikian, untuk Pemerintah DKI Jakarta selama JPO itu masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta, kami akan merawatnya," tuturnya.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI juga tidak akan mempertahankan JPO yang dinilai sudah tidak diperlukan.

Politikus PDIP itu mencontohkan JPO di Jalan HR Rasuna Said yang diputuskan untuk ditarik setelah dirinya melihat langsung kondisi fasilitas tersebut.

"Termasuk JPO yang ada yang kemarin love and hate yang ada di Rasuna Said. Kalau bukan karena saya melihat langsung, pasti saya juga enggak akan bisa mengambil keputusan. Begitu saya lihat langsung, ternyata JPO itu sudah tidak diperlukan," katanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Pafos vs RB Salzburg di Kualifikasi UEL, 14 Agustus 2026: Misi Comeback Wakil Siprus di Kandang Sendiri

Sebelumnya, kondisi JPO di depan Gedung DPR viral dan menjadi sorotan setelah bagian tangganya hilang.

Akibatnya, warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencari akses penyeberangan terdekat, yakni melalui JPO di Halte Gerbang Pemuda.

Jarak tambahan yang harus ditempuh diperkirakan mencapai lebih dari 1 kilometer. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.