Jakarta

Berlayar ke Pulau Terpencil, Alumni UNS Menemukan Fakta yang Mengubah Cara Pandang tentang Masa Depan

Anggerhana Denni Rahmawati | 7 Agustus 2026, 19:30 WIB
Berlayar ke Pulau Terpencil, Alumni UNS Menemukan Fakta yang Mengubah Cara Pandang tentang Masa Depan
Bertemu remaja di pulau terpencil, alumni UNS menemukan kekuatan yang sering terlupakan. - UNS

AKURAT JAKARTA - Keterbatasan fasilitas sering dianggap sebagai penghambat masa depan seseorang.

Namun, pengalaman yang dialami alumni Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Annita Viesta Nirmala Dewi, S.Tr.Keb., MPH, justru menunjukkan kenyataan yang berbeda.

Di sejumlah pulau yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan listrik, ia menemukan banyak remaja yang tetap memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Fenomena tersebut menarik jika dilihat dari sudut pandang psikologi.

Para ahli menyebutnya sebagai Hope Theory atau Teori Harapan yang dikembangkan psikolog C.R. Snyder.

Teori ini menjelaskan bahwa harapan bukan sekadar angan-angan, melainkan kemampuan seseorang untuk menetapkan tujuan, menemukan jalan mencapainya, dan mempertahankan motivasi meski menghadapi berbagai hambatan.

Pengalaman itu diperoleh Annita saat mengikuti misi Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga bertajuk "Deteksi Dini dan Upaya Promotif, Preventif, dan Kuratif Menuju Pulau Sehat, Produktif, dan Bahagia."

Selama 13 hari, tim berlayar menuju Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Di beberapa lokasi, tim menemukan kondisi yang masih jauh dari ideal.

Akses air bersih masih terbatas, sementara listrik hanya tersedia pada malam hari dengan bantuan generator diesel.

Baca Juga: Tiket Mulai Rp45.000! Ini Syarat yang Wajib Kamu Penuhi untuk Nikmati Promo Ancol 17 Agustus

Meski demikian, masyarakat menyambut kedatangan tim dengan hangat dan antusias mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Tim Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 120 hingga 160 pasien di setiap lokasi.

Annita turut membantu proses triase dan pengukuran antropometri, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada sekitar 410 remaja yang tersebar di empat wilayah, yakni sekitar 130 peserta di Bluto, 140 peserta di Pulau Raas, 80 peserta di Pulau Karamian, dan 60 peserta di Pulau Masalembu.

Dalam psikologi pendidikan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, pengalaman, dan usaha.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.