Resmi! Tarif TransJakarta Blok M-Bandara Soetta Rp 15 Ribu Berlaku September 2026, Legislator DKI Yakin Warga Bisa Terima

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan tarif bus Transjakarta (TransJ) untuk rute Terminal Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar Rp 15.000.
Tarif baru armada Transjabodetabek ini dijadwalkan mulai berlaku pada September 2026 mendatang.
Penetapan angka tersebut dinilai sebagai opsi paling ekonomis bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi publik terjangkau dari pusat kota menuju bandara internasional tersebut.
DPRD DKI: Pilihan Paling Ekonomis untuk Warga
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat akan menerima keputusan tarif ini dengan baik.
Menurutnya, nominal Rp 15.000 sudah memperhitungkan berbagai faktor kebutuhan penumpang dan besaran subsidi yang diberikan.
"Nilainya pun bisa dibilang yang terendah dari semua layanan angkutan umum yang ada sehingga merupakan pilihan yang paling ekonomis, walaupun memang rutenya telah ditentukan dan pilihannya terbatas," ujar Wahyu kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Meski demikian, politisi Fraksi Gerindra ini memberikan catatan penting kepada pihak manajemen TransJakarta.
Ia meminta penyediaan penunjuk arah (signage) yang jelas di area Bandara Soetta maupun Terminal Blok M agar pengguna tidak kebingungan.
"Setelah berjalan dan dikenal publik, terlebih dengan petunjuk-petunjuk yang jelas di bandara maupun Blok M, saya kira warga akan sangat menikmati dan menerima tarif sebesar itu," tambah Wahyu.
Hitung-hitungan Tarif: Lebih Murah dari Bayar Tol
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuda, membeberkan simulasi biaya di balik penentuan tarif Transjabodetabek rute Blok M - Bandara Soetta Rp 15.000 tersebut.
Ia menjelaskan bahwa biaya operasional standar kendaraan pribadi atau taksi untuk rute yang sama jauh lebih tinggi, terutama pada komponen tarif tol.
"Kalau kita naik kendaraan dari Blok M menuju bandara, itu kira-kira kalau kita lewat tol, sekali perjalanan itu bayar tolnya Rp 28.500," kata Welfizon di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Welfizon memberikan gambaran bahwa pendapatan dari membawa delapan penumpang dengan tarif lama atau standar belum mampu menutup biaya tol tersebut.
"Jadi saya sampaikan ke teman-teman di Transjakarta, ini kalau kita mengangkut 8 orang, itu baru Rp28.000. Jadi buat bayar tolnya pun sebenarnya belum cukup, ya," jelasnya.
Melalui rute baru dan penyesuaian tarif ini, PT Transjakarta berkomitmen penuh untuk menyediakan alternatif layanan transportasi yang ramah di kantong.
Langkah ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Jakarta melalui jalur udara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




