Tak Menyerah pada Keterbatasan, Anak Petani Ini Rampungkan Kuliah di IPB dengan IPK 3,99

AKURAT JAKARTA - Banyak orang mengira predikat lulusan terbaik hanya ditentukan oleh kecerdasan atau kemampuan akademik.
Padahal, perjalanan menuju prestasi sering kali dibangun dari serangkaian keputusan kecil, seperti berani memanfaatkan peluang, aktif mengembangkan diri, dan mampu menjaga konsistensi selama kuliah.
Kisah Evelyn Egidia Sitopu menjadi salah satu contohnya.
Putri seorang petani hortikultura asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, itu berhasil meraih predikat lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan satu-satunya faktor yang menentukan masa depan seseorang.
Evelyn diterima di Program Studi Agribisnis IPB University melalui jalur SBMPTN yang kini dikenal sebagai Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Bersamaan dengan itu, ia juga memperoleh beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang membantunya melanjutkan pendidikan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.
"Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Raya, Pematangsiantar, saya mengikuti seleksi melalui jalur SBMPTN (kini SNBT). Saya bersyukur menjadi salah satu yang lolos dan memperoleh beasiswa KIP Kuliah sehingga dapat meringankan beban biaya kuliah orang tua yang bermata pencaharian sebagai petani," ujar Evelyn, melalui siaran pers, Rabu (29/7/2026).
Namun, menurut Evelyn, beasiswa hanyalah pintu awal.
Kesempatan tersebut harus diiringi dengan kemauan untuk terus berkembang selama menjalani perkuliahan.
Baca Juga: Jangan Terlambat, UAD Buka Lowongan Dosen dan Tendik Tetap hingga 10 Agustus 2026
Alih-alih hanya mengejar nilai tinggi, ia memilih aktif mengikuti organisasi, penelitian, kompetisi, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan.
Pengalaman tersebut justru membentuk kemampuan yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Evelyn mengaku tantangan terbesar selama kuliah adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan aktivitas nonakademik.
Dari proses itu, ia belajar pentingnya disiplin, manajemen waktu, dan konsistensi.
"Di IPB University, saya tidak hanya memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga bertumbuh melalui organisasi, kompetisi, penelitian, dan berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri. Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara akademik dan berbagai aktivitas lainnya, yang mengajarkan saya tentang disiplin, manajemen waktu, serta pentingnya konsistensi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






