Perdebatan PPG 2026 Jadi Sorotan, Sertifikat atau Benar-Benar Mencetak Guru Berkualitas?

AKURAT JAKARTA - Pendidikan Profesi Guru (PPG) kembali menjadi perbincangan publik di tengah dibukanya Seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026.
Namun, perhatian masyarakat kali ini bukan hanya tertuju pada proses pendaftaran, melainkan juga pada munculnya anggapan bahwa PPG hanyalah formalitas untuk memperoleh sertifikat pendidik.
Pandangan tersebut ramai bermunculan di media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan apakah mengikuti PPG benar-benar mampu meningkatkan kualitas guru atau hanya menjadi syarat administratif sebelum memperoleh sertifikasi dan hak-hak profesi.
Menanggapi asumsi tersebut, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) menegaskan bahwa PPG memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan sertifikat.
Program ini dirancang sebagai proses pembentukan kompetensi profesional calon guru agar siap menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Peserta tidak hanya mempelajari teori mengajar, tetapi juga dibekali kemampuan memahami kebutuhan peserta didik, menerapkan pembelajaran yang inklusif, hingga membangun lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar.
Dengan kata lain, sertifikat pendidik bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti bahwa seseorang telah melalui proses pembelajaran dan penilaian kompetensi yang ditetapkan.
Munculnya perdebatan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap kualitas tenaga pendidik.
Harapan publik tidak lagi berhenti pada status "guru bersertifikat", tetapi juga pada kemampuan guru menghadirkan pembelajaran yang berdampak bagi siswa.
=====
Di sisi lain, pemerintah menilai momentum ini penting untuk mengingatkan kembali bahwa profesi guru merupakan profesi yang membutuhkan kompetensi, integritas, dan komitmen belajar sepanjang hayat.
Karena itu, PPG disusun untuk membentuk calon guru yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini, bukan sekadar memenuhi syarat administrasi.
Pandangan bahwa PPG hanya menjadi jalan memperoleh tunjangan atau sertifikat pun dinilai perlu diluruskan.
Sebab, kualitas pendidikan pada akhirnya tidak ditentukan oleh selembar sertifikat, melainkan oleh kompetensi yang dimiliki guru saat mendampingi peserta didik di ruang kelas maupun di lingkungan sekolah.
Perdebatan yang berkembang di media sosial justru menjadi pengingat bahwa profesi guru terus mendapat perhatian masyarakat.
Hal itu sekaligus menjadi tantangan bagi penyelenggara PPG untuk memastikan program tersebut benar-benar mampu menghasilkan pendidik yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia pendidikan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






