Jakarta

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk Crane Sebabkan Kemacetan Parah, Simak Rekayasa Lalinnya!

Laode Akbar | 14 Juli 2026, 13:24 WIB
JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk Crane Sebabkan Kemacetan Parah, Simak Rekayasa Lalinnya!
JPO Tendean yang ambruk ditabrak Truk Crane

AKURAT JAKARTA – Sebuah truk pengangkut crane menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026) dini hari.

Akibat benturan tersebut, struktur JPO mengalami kerusakan berat hingga harus dibongkar total.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun mengerahkan 30 personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: Prediksi Skor Iberia 1999 vs Flora Tallinn di Kualifikasi UCL, 14 Juli 2026: Red Eagles Berpeluang Kunci Kelolosan

Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, hasil asesmen Dinas Bina Marga menunjukkan pondasi tiang JPO mengalami kerusakan berat sehingga pembongkaran harus dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, mengatakan pihaknya menempatkan petugas di empat titik, yakni lokasi kejadian, Underpass Mampang, Flyover Mampang, dan Simpang Lampu Lalu Lintas Pasar Santa untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama proses evakuasi.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan dalam penanganan di lokasi. Dishub telah memitigasi empat titik pengaturan lalu lintas, yakni di turunan Mampang, Flyover Mampang, lokasi kejadian, dan Simpang Lampu Lalu Lintas Pasar Santa," ujar Bernad dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

"Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan saat kendaraan berat mulai melakukan proses evakuasi dan pembongkaran JPO," tambahnya.

Baca Juga: BYD Pertimbangkan Boyong Racco ke Indonesia, Mini EV Potensial yang Siap Meramaikan Persaingan Segmen Mobil Listrik Perkotaan

Pembongkaran JPO oleh Dinas Bina Marga dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Selama proses tersebut, Dishub DKI bersama Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar proses evakuasi.

Adapun rekayasa lalu lintas yang diberlakukan sebagai berikut:

  • Dari arah Selatan menuju Barat dialihkan melalui Underpass Kuningan–Jalan Terusan HR Rasuna Said–Jalan Jenderal Gatot Subroto–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Senopati–Jalan Suryo, atau melalui Jalan Duren Bangka–Jalan Kemang Utara–Jalan Bangka dan seterusnya.

  • Dari arah Utara menuju Barat dialihkan melalui Jalan Terusan HR Rasuna Said–putar balik–Jalan Jenderal Gatot Subroto–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Senopati–Jalan Suryo.

  • Dari arah Timur menuju Barat dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto–Jalan Jenderal Sudirman–Jalan Senopati–Jalan Suryo, atau melalui Jalan Mampang Prapatan–Jalan Duren Bangka–Jalan Kemang Utara–Jalan Bangka dan seterusnya.

  • Dari arah Barat (Jalan Wijaya I dan Jalan Suryo) menuju Timur dialihkan melalui Jalan Wolter Monginsidi–Jalan Pattimura–Jalan Jenderal Sudirman–Kupingan Semanggi–Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Baca Juga: Daftar 10 Pemain Sepak Bola Termahal di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tembus Rp 3,8 Triliun

"Bersama Kepolisian, kami telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan, memanfaatkan jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar proses pembongkaran dapat berlangsung dengan aman," kata Bernad.

Sementara Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, mengatakan pembongkaran dilakukan setelah hasil asesmen menunjukkan struktur JPO mengalami kerusakan berat pada pondasi tiang sehingga tidak lagi aman digunakan.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Dalam peristiwa tersebut nihil korban jiwa. Selama proses evakuasi dan pembongkaran berlangsung, pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan agar penanganan berjalan aman," ujar Mujiyanto.

Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat menghindari kawasan Jalan Kapten Tendean selama proses pembongkaran berlangsung apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Baca Juga: BYD Racco Datang Bawa Tiga Varian Berjarak Tempuh Hingga 320 Km, Siap Ubah Cara Konsumen Urban Menikmati Berkendara Bebas Emisi

Perkembangan kondisi lalu lintas akan terus disampaikan melalui kanal informasi resmi Dishub DKI Jakarta, termasuk media sosial @dishubdkijakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.