Antisipasi Kepadatan Truk Pasca Libur Lebaran, Polisi Imbau Warga Hindari Akses Pelabuhan Tanjung Priok Akhir Pekan Ini

AKURAT JAKARTA – Menjelang berakhirnya masa pembatasan operasional angkutan barang Idul Fitri 1447 H, pihak kepolisian mengimbau warga agar menghindari akses di sekitar Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Polda Metro Jaya bersama instansi terkait secara resmi telah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas kendaraan berat truk sumbu tiga yang diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, Minggu, 29 Maret 2026.
Baca Juga: Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Peroleh Kompensasi dan Pencabutan Sanksi
Persiapan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Terminal Penumpang Nusantara Pura, pada Kamis (26/3/2026).
Pertemuan ini melibatkan Pemerintah Kota Jakarta Utara, otoritas pelabuhan, operator, hingga pemangku kepentingan sektor logistik.
Fokus pada Kendaraan Sumbu Tiga
Rapat koordinasi tersebut secara khusus memetakan potensi kepadatan, terutama untuk truk sumbu tiga.
Berdasarkan SKB 3 Menteri, tanggal 29 Maret merupakan batas akhir pembatasan operasional kendaraan besar, sehingga arus distribusi barang dipastikan akan meningkat signifikan.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas di pelabuhan adalah hal yang sudah diantisipasi.
Pihaknya telah menyusun berbagai skenario untuk memastikan jalur logistik tetap bergerak.
"Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok dalam waktu dekat akan mengalami peningkatan sangat signifikan. Mengingat tanggal 29 merupakan batas akhir pembatasan operasional kendaraan sumbu 3," ujar Komarudin.
Penerapan Diskresi dan Rekayasa Situasional
Polisi akan menerapkan pola pengaturan lalu lintas secara situasional dan dinamis. Artinya, kebijakan yang diambil di lapangan akan menyesuaikan dengan volume kendaraan yang masuk dan keluar area pelabuhan.
"Kami akan menerapkan berbagai pola rekayasa lalu lintas serta kebijakan diskresi sesuai dinamika di lapangan," tambahnya.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Meski potensi kepadatan meningkat, polisi meminta masyarakat tetap tenang. Pengguna jalan non-logistik disarankan untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak di jam operasional puncak pelabuhan.
Pengendara juga diminta mencari rute alternatif untuk menghindari akses langsung menuju kawasan Tanjung Priok jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kelancaran distribusi barang nasional dengan kenyamanan pengguna jalan umum di wilayah Jakarta Utara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









