Jakarta

Geger! SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Diteror Ancaman Bom Saat Upacara MPLS, Begini Kronologinya

Laode Akbar | 13 Juli 2026, 12:31 WIB
Geger! SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Diteror Ancaman Bom Saat Upacara MPLS, Begini Kronologinya
Tim Gegana dan Densus 88 melakukan sterilisasi di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan (@infosrengsengsawah)

AKURAT JAKARTA - Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), diwarnai ancaman bom yang dikirim melalui pesan WhatsApp oleh orang tak dikenal.

Akibatnya, kegiatan MPLS dihentikan sementara dan seluruh siswa dipulangkan demi alasan keamanan.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan bahwa pesan ancaman bom tersebut diterima oleh seorang guru kelas I dan seorang tenaga tata usaha (TU) saat kegiatan upacara MPLS sedang berlangsung.

Baca Juga: Ayatollah Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ini Daftar 13 Pemimpin Dunia Target Iran

"Di WhatsApp itu dijapri guru kelas satu sama TU. Orang lagi pada upacara, jadi baru setelah upacara selesai WhatsApp itu dilihat. Kita langsung datang bersama camat dan lurah," kata Nurma saat dihubungi wartawan, Senin (13/7/2026).

Menurut dia, isi pesan menyebutkan adanya bom yang dipasang di sejumlah titik di lingkungan sekolah. Menindaklanjuti informasi tersebut, kepolisian langsung mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror untuk melakukan sterilisasi.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," ujarnya.

Nurma memastikan seluruh siswa telah dievakuasi dari area sekolah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ucapnya.

Baca Juga: Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Atas Permintaan Ini

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan penanganan ancaman tersebut dilakukan secara cepat melalui koordinasi dengan kepolisian.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan ancaman diterima saat siswa tengah berkumpul di lapangan mengikuti kegiatan MPLS hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027.

"Menindaklanjuti laporan tersebut dengan cepat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, yaitu Polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88 untuk penanganan ancaman bom," kata Chico dalam keterangan tertulis.

Ia menyebut proses sterilisasi dan penyisiran masih berlangsung secara menyeluruh di area sekolah. Sementara itu, seluruh aktivitas belajar dihentikan sementara dan para siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Sempat Terlempar di Sachsenring, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Dua Rookie Terbaik

Menurut Chico, orang tua atau wali murid telah menerima informasi terkait kondisi tersebut melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan dan Kapolsek setempat. Di sisi lain, Densus 88 juga tengah melakukan pelacakan terhadap nomor pengirim pesan ancaman.

"Pemprov DKI Jakarta mengutamakan keselamatan seluruh anak didik dan civitas akademika. Kami mengapresiasi respons cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi dalam menangani situasi ini. Situasi saat ini terkendali dan proses penanganan terus berjalan," ujar Chico.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut secara terbuka kepada masyarakat dan berharap proses penyisiran segera selesai agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.