Jakarta

Gubernur Pramono Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara Jakarta, Kini Bisa Prediksi Tiga Hari ke Depan

Laode Akbar | 3 Juli 2026, 17:14 WIB
Gubernur Pramono Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara Jakarta, Kini Bisa Prediksi Tiga Hari ke Depan
Ilustrasi - Kualitas udara Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan sistem peringatan dini kualitas udara melalui website Udara Jakarta yang kini dilengkapi dengan prakiraan kondisi udara hingga tiga hari ke depan.

Fitur baru tersebut diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi polusi udara.

Peluncuran sistem tersebut dilakukan bersamaan dengan pembukaan Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Liburan Sekolah Sehat di Jakarta Pusat, 5 Taman Bermain untuk Anak Aktif dan Bahagia

Pramono mengatakan, pembaruan layanan ini menjadi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses informasi kualitas udara secara lebih komprehensif.

Jika sebelumnya masyarakat hanya dapat melihat kondisi udara pada hari itu, kini mereka juga dapat mengetahui prediksi kualitas udara untuk tiga hari berikutnya.

"Saya juga menyambut baik sistem peringatan dini di website Udara Jakarta yang dulu tidak pernah ada, hanya hari itu, sekarang dipersiapkan tiga hari prediksi ke depan. Hari itu dan tiga hari prediksi ke depan," kata Pramono.

Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memantau kondisi udara dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari, terutama ketika tingkat pencemaran udara diperkirakan meningkat.

"Semoga ini menjadi referensi bagi kita untuk selalu melihat bagaimana polusi atau udara Jakarta pada saat itu," ujarnya.

Baca Juga: Liburan Aman: Ajarkan Anak 3 Cara Bertindak Saat Terpisah di Keramaian

Politikus PDIP itu menegaskan, penyediaan informasi kualitas udara merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Selain memperkuat pengelolaan sampah dan penghijauan, keterbukaan informasi mengenai kondisi udara dinilai penting agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga kualitas lingkungan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.