Jakarta

Tanggapi Isu Pelanggan Warteg Kurangi Porsi Makan, Menkeu Purbaya: Jangan Buru-Buru Simpulkan Ekonomi Lesu

Aisya Nur Aziza | 7 Juni 2026, 06:00 WIB
Tanggapi Isu Pelanggan Warteg Kurangi Porsi Makan, Menkeu Purbaya: Jangan Buru-Buru Simpulkan Ekonomi Lesu
Menteri Keuangan minta masyarakat tak simpulkan kondisi ekonomi hanya dari porsi makan warteg dan hal lain

AKURAT JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat melemah.

Pernyataan ini muncul seiring adanya laporan mengenai pelanggan warung tegal (warteg) yang mulai mengurangi porsi makan mereka.

Purbaya mengingatkan agar sebuah kesimpulan besar mengenai kondisi ekonomi negara tidak diambil hanya berdasarkan pengamatan di satu atau dua tempat usaha saja.

Menurutnya, sebuah fenomena ekonomi harus dilihat secara luas melalui data dan metodologi yang tepat.

Baca Juga: Menkeu Tepis Ekonomi Lesu, Daya Beli Masyarakat Justru Menguat

"Sampel Anda berapa warteg? Itu kan bisa saja saya cari warteg yang ini mungkin (penjualannya) lagi jelek, mungkin lima warteg. Tapi mungkin saja dia kalah bersaing, (warteg) sana lebih bagus, pindah ke sana. Itu yang kita mesti hati-hati," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa penurunan omzet atau sepinya sebuah warung makan belum tentu disebabkan karena masyarakat tidak punya uang lagi untuk membeli makanan.

Ada faktor lain yang bisa memengaruhi, seperti ketatnya persaingan antar-pedagang di lapangan atau kualitas pelayanan dari warung itu sendiri.

Baca Juga: Bos Rosneft Sebut Krisis Selat Hormuz Bikin Perusahaan Minyak AS Untung Besar

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan menutup mata atau mengabaikan keluhan dari sektor usaha kecil tersebut. Pemerintah berjanji akan memeriksa dan menelusuri lebih lanjut kebenaran informasi mengenai kondisi para pedagang warteg ini.

"Saya bukannya anti (terhadap laporan tersebut), saya akan periksa. Tapi jangan sampai Anda simpulkan satu atau dua tempat di situ, terus artinya semuanya seperti itu, belum tentu," tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah justru optimistis bahwa daya beli masyarakat akan semakin kuat dalam beberapa waktu ke depan.

Sentimen positif ini didorong oleh proses pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), pensiunan, serta penerima tunjangan yang saat ini sedang berlangsung di berbagai daerah.

Kucuran dana segar ini diharapkan bisa menambah perputaran uang dan konsumsi di tengah masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.