Jakarta

Habib Rizieq Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace Besutan Donald Trump

M Rahman Akurat | 3 Maret 2026, 08:34 WIB
Habib Rizieq Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace Besutan Donald Trump
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab.

AKURAT JAKARTA – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab (HRS), menyampaikan seruan tegas kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Habib Rizieq meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga kedaulatan bangsa, terutama terkait hubungan dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam keterangan persnya pada Senin (2/3/2026), Habib Rizieq menyoroti pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Seruan Boikot Produk Pro Israel dan Amerika Kembali Menggema, Forum Pondok Pesantren Ajak Jutaan Santri Suarakan Keadilan Internasional

Ia mendesak Presiden Prabowo untuk segera menarik diri dari keanggotaan forum tersebut, menyusul serangan Amerika dan Israel ke Iran.

BoP Dinilai Haram dan Langgar Kedaulatan

Habib Rizieq menilai keikutsertaan Indonesia dalam BoP tidak dapat dibenarkan dari sisi syariat maupun kedaulatan politik.

Ia secara lantang menyebut Amerika sebagai negara yang terlibat dalam berbagai kejahatan kemanusiaan.

“Segera keluar dari BoP, karena haram bergabung dengan BoP yang dibentuk dan dikomandoi AS yang merupakan negara teroris,” ujar Habib Rizieq.

Ia menambahkan bahwa rekam jejak Amerika Serikat dalam genosida di Gaza, serangan ke Iran, serta keterlibatan perang di Irak dan Afghanistan menjadi alasan utama mengapa Indonesia harus menjaga jarak.

Baca Juga: Punya 5 Keunggulan! Mitsubishi Pajero Sport 2026 vs Toyota Fortuner: Persaingan Sengit Dalam Dunia SUV Ladder Frame

Tolak Pengiriman TNI di Bawah Komando AS

Selain masalah keanggotaan BoP, Habib Rizieq juga menyoroti rencana pengiriman prajurit TNI ke Palestina.

Ia menegaskan dukungan terhadap Palestina harus murni, bukan di bawah kendali pihak asing.

Habib Rizieq meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut jika misi TNI berada di bawah komando Amerika Serikat.

Menurutnya, mengirim TNI untuk kepentingan yang bersinggungan dengan agenda AS dan Israel adalah tindakan yang "haram" dan tidak bisa dibenarkan.

Baca Juga: MOODZ Siap-siap War! Berikut Harga Tiket dan Jadwal Konser WOODZ Archive 1 di Jakarta

Kritik Perjanjian Dagang RI-AS

Di sektor ekonomi, Habib Rizieq mendesak Presiden Prabowo untuk membatalkan rencana perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang tengah digodok.

Ia menilai kerja sama tersebut berpotensi menjadi bentuk penjajahan baru di bidang ekonomi, hukum, dan politik. “Indonesia yang berdaulat tidak boleh takluk kepada hawa nafsu AS,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah bersikap keras dengan memberikan sanksi berupa pemutusan hubungan tertentu kepada AS dan Israel sebagai respons atas kejahatan perang yang terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga: K-pop KARD Umumkan Konser "DRIFT" di Jakarta pada Juni 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Soroti Produk Impor Tidak Halal

Tak hanya isu geopolitik, Habib Rizieq juga mengingatkan pemerintah mengenai perlindungan konsumen Muslim di dalam negeri. Ia meminta pengawasan ketat terhadap masuknya produk impor.

Ia mendesak pemerintah segera menghentikan peredaran makanan, minuman, maupun barang konsumsi lainnya yang dinilai tidak halal.

Menurutnya, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia wajib menjamin bahwa produk yang beredar sesuai dengan syariat Islam tanpa kompromi dengan negara mana pun. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.