Simulasi BRIN: Tsunami 20 Meter Ancam Selatan Jawa, Jakarta Utara Ikut Terdampak

AKURAT JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis peringatan terbaru terkait ancaman nyata gempa megathrust yang bersumber dari Segmen Enggano.
Jika zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia ini melepaskan energinya, dampak guncangan diprediksi akan meluas hingga ke Selat Sunda, mencakup wilayah Banten, Lampung, hingga selatan Jawa.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, seperti dikutip dari CNBC menjelaskan bahwa zona subduksi di selatan Jawa saat ini dalam kondisi "terkunci".
Hal ini akan memicu akumulasi tekanan yang terus menguat dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kepung Indonesia, BMKG Petakan 13 Zona Megathrust dengan Potensi Gempa Hingga M 9,2
"Semakin lama energi terkumpul, ia akan mencapai titik jenuh dan dilepaskan melalui pergerakan mendadak yang memicu gempa kuat. Jika pecah sekaligus, kekuatannya diperkirakan bisa mencapai magnitudo 8,7," ujar Rahma pada Minggu (4/1/2026).
Adapun berdasarkan hasil pemodelan BRIN, pelepasan energi di segmen ini berpotensi memicu tsunami dahsyat.
Wilayah selatan Jawa, seperti Pangandaran, menjadi daerah yang paling terancam dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 20 meter.
Berikut adalah estimasi dampak tsunami di beberapa wilayah terdampak:
1 Selatan Jawa: Potensi tsunami 20 meter dengan waktu tiba sekitar 40 menit setelah gempa.
2. Lebak, Banten: Estimasi waktu tiba gelombang paling cepat, yakni sekitar 18 menit.
3. Pesisir Banten: Ketinggian gelombang diprediksi bervariasi antara 4 hingga 8 meter.
4. Jakarta Utara: Tsunami diperkirakan mencapai pesisir utara dengan ketinggian 1–1,8 meter.
Meski demikian, gelombang diprediksi baru mencapai Jakarta sekitar 2,5 jam setelah guncangan utama.
Risiko Sistemik dan Kesiapsiagaan
Rahma menegaskan bahwa wilayah Lampung yang menghadap langsung ke Selat Sunda juga akan terdampak secara luas.
Selain ancaman gelombang, risiko sistemik yang mengintai meliputi jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur masif, hingga lumpuhnya layanan dasar dan kerugian ekonomi nasional.
Pihak BRIN menekankan bahwa peringatan ini bukan untuk memicu ketakutan, melainkan sebagai pengingat bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat sistem mitigasi.
Pembangunan bangunan tahan gempa serta edukasi rute evakuasi di wilayah pesisir menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




