Tingkatkan Mutu Pendidik, Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa S1 untuk 150.000 Guru di 2026

AKURAT JAKARTA - Tahun ini, Kemendikdasmen menyiapkan kuota beasiswa jenjang S1 yang ditujukan bagi 150.000 tenaga pendidik yang kualifikasi akademiknya belum mencapai standar minimal sarjana atau diploma empat.
Program ini menyasar tenaga pendidik pada jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru nasional.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan bahwa alokasi tahun ini melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup 12.500 guru.
Hal tersebut disampaikannya usai meresmikan SD Negeri 2 Wonorejo di Kabupaten Demak, pada Sabtu (3/1)
Skema RPL: Kuliah S1 Cukup Satu Tahun
Adapun terkait program beasiswa tersebut, Kemendikdasmen akan menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui skema ini, pengalaman mengajar guru diakui sebagai Satuan Kredit Semester (SKS) oleh perguruan tinggi.
"Melalui RPL, pengalaman mengajar dihitung dan diakui, sehingga kuliah S1 bisa diselesaikan sekitar satu tahun," ujar Abdul Mu'ti.
Lanjutnya, pemerintah akan memberikan bantuan dana sebesar Rp3 juta per semester yang akan langsung ditransfer ke perguruan tinggi penyelenggara yang telah ditunjuk.
Setelah meraih gelar sarjana, para guru diarahkan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna mendapatkan sertifikasi pendidik.
Sertifikasi ini merupakan syarat utama bagi guru untuk menerima tunjangan profesi, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara langsung.
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa guru yang berkualitas dan kompeten adalah kunci utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Selain fokus pada kualifikasi guru, Kemendikdasmen juga menyiapkan kebijakan baru di bidang kurikulum, antara lain
Bahasa Inggris di SD: Direncanakan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
Pelatihan Guru: Pemerintah akan memulai pelatihan bagi guru Bahasa Inggris tingkat SD mulai tahun ini sebagai langkah persiapan.
Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi capaian belajar nasional tahun 2025, di mana nilai rata-rata matematika berada di angka 35 dan Bahasa Inggris wajib di angka 29.
Peningkatan kualitas pembelajaran dan pelatihan guru diharapkan dapat memperbaiki hasil belajar siswa di masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







