Gus Yahya Tegaskan PBNU Tidak Lakukan Audiensi atau Hubungan Apapun dengan Israel, Membantu Rakyat Palestina Harus dengan Perencanaan Strategis

AKURAT JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU tidak melakukan hubungan apapun dengan Israel.
Hal tersebut disampaikan Gus Yahya menyikapi lima kader NU yang melakukan audiensi dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, yang kini beritanya tengah viral di masyarakat.
Gus Yahya menegaskan, kunjungan lima orang tersebut ke Israel, sama sekali tidak ada kaitannya dengan PBNU. Kepergian mereka ke Israel juga tanpa sepengetahuan pengurus PBNU.
"Kami serukan kepada seluruh kader terutama dan juga warga NU bahwa kita tidak akan melakukan engagement, tidak melakukan hubungan apapun dengan pihak manapun terkait konflik Israel dan Palestina," katanya.
Gus Yahya mengatakan, PBNU baru akan melakukan audiensi jika dilakukan untuk membantu rakyat Palestina merdeka. Tidak boleh ada tujuan lain.
"Tidak boleh misalnya ada tujuan pengembangan beasiswa misalnya, tidak. Tidak ada tujuan untuk pengembangan kegiatan ini dan itu, tidak ada," katanya.
Gus Yahya menegaskan, bantuan untuk rakyat Palestina juga harus dinyatakan secara eksplisit kepada semua pihak yang melakukan engagement atau audiensi.
"Dalam suasana yang ada saat ini, saya kira sebelumnya kita sudah menyatakan dengan tegas bahwa kita menuntut dihentikannya segera kekerasan di Gaza, lakukan gencatan senjata, dan upaya-upaya kita terus lakukan," tegasnya.
Selain itu, terkait membantu rakyat Palestina, juga harus ada perhitungan dan perencanaan strategis yang jelas dan nyata.
"Dengan siapa melakukan engagement, hasilnya apa, ini semuanya harus jelas. Jadi tidak asal jalan, tanpa terlebih dahulu merencanakan capaian-capaian yang ditargetkan," imbuhnya.
Gus Yahya mengatakan, PBNU akan menyikapi keadaan di Palestina saat ini dengan tuntutan untuk dihentikannya kekerasan dengan melakukan langkah-langkah yang nyata dan strategis.
"Memang sungguh-sungguh kita rancang untuk mengarah pada kemajuan upaya mencari cara keluar dari masalah yang ada sekarang," katanya.
Salah satu contohnya, kata Gus Yahya, dalam waktu dekat ini PBNU akan melayangkan surat untuk mengundang salah seorang pejabat dari pemerintah Palestina untuk datang ke Indonesia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





