Jakarta

Dzikir dan Manakib Kubro PP Al-Marifah Cirebon Dibanjiri Para Jamaah, KH Syamsul Maarif Ceritakan Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani

Ainun Kusumaningrum | 12 Juni 2024, 09:54 WIB
Dzikir dan Manakib Kubro PP Al-Marifah Cirebon Dibanjiri Para Jamaah, KH Syamsul Maarif Ceritakan Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani

AKURAT JAKARTA - Dzikir dan Manakib Kubro PP Al-Marifah Gempol Cirebon dibanjiri para jamaah. Dalam kesempatan itu, KH Syamsul Maarif menceritakan karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani.

Para jamaah membanjiri halaman Pondok Pesantren Kebon Kelapa al-Ma'rifah yang beralamat di Pejagan Asem, Desa Kedungbunder, Kec Gempol Kab cirebon

Mereka datang dari berbagai kota dan kabupaten di antaranya dari Tasikmalaya Ciamis, Garut, Bandung, Sumedang, Kerawang, Subang dan lainnya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari ini 12 Juni 2024 Virgo, Libra, Scorpio, dan Sagitarius

Bahkan banyak pula yang dari luar jawa karna berbarengan dengan haflah ahir sanah Pondok Pesantren Kebon Kelapa al-Ma'rifah yang ke 19.

KH Syamsul Maarif sebagai pimpinan Majlis Dzikir dan Manakib sekaligus pengasuh PP Almarifah dalam tausiahnya mengatakan bahwa suatu ketika ada tamu yang mukim atay nyantri di pesantrennya Syeh Abdul Qodir Jailani selama 6 tahun.

Tujuannya di samping ingin belajar ilmu agama dia juga ingin membuktikan kekeramtan Syekh Abdul Qodir Jailani yang konon memiliki banyak karomah.

Baca Juga: Berikut Jadwal Pilkada Serentak 2024, Pencoblosan 27 November Pendaftaran Mulai Agustus

Namun selams 6 tahun dia mukim ia tidak pernah melihat Syehk Abdul Qodir terbang atau berjalam di atas air.

Ahirnya dia memberanikan diri bertanya kepada Syehk Abdul Qodir Jailani.

Murid : Wahai tuan aku mendengar bahwa engkau adalah rajanya para wali yang memiliki banyak karomah, tapi selama aku nyantri dan mukim aku belum pernah melihat keanehan seperti yang orang-orang ceritakan tentang itu.

Baca Juga: Sebut Rumput Stadion GBK Jelek, Pelatih Shin Tae-yong Keluhkan Ini, Setelah Indonesia Kalahkan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Syehk Abdul Qodir : Wahai anaku pernahkah kau melihat aku meninggalkan puasa di siang hari.

Murid : belum pernah

Syehk Abdul Qodir: pernahkah engkau melihat aku meninggakkan ngaji dan ama'ah

Murid : Tidak.

Syehk Abdul Qodir: pernahkah engkau melihat aku meninggalkan sunah sunah ibadah

Murid : tidak wahai tuan Syeh

Syehk Abdul Qodir : Wahai anaku ketahuilah bahwa Istikomah menjalankan semua syariat islam dengan baik dan benar itulah karomah yang agung bahkan lebih hebat dari 1000 karomah. Al istikomatu khoirun min alfi karomah.

Baca Juga: Pentingnya Memilah dan Mendaur Ulang Sampah Plastik untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan

Kemudian sebagai penutup KH Syamsul mengajak kepada para jama'ah agar bisa mempertahankan ke istikomahannya dalam dzikir manakiban.

"Paksakan selalu hadir tiap malam minggu awal bulan untuk mengikuti Kubroan, syukur bisa hadir tiap malam minggu, insya allah dengan istikomah hadir dalam majlis dzikir doa doa kita akan cepat di qobulkanl oleh Allah SWT," katanya.

Sebagian ulama mengatakan ketika Allah telah melepaskan lisan kita untuk berdoa ( di beri kekuata untuk berdoa dan hadir dalam majlis dIkir) maka ketahuilah bahwa pintu pintu ijabah sudah di depan mata.

Mungkin untuk sampai pada pintu ijabah kita harus melalui proses cobaan cobaan mungkin ketika akan berangkat belum punya ongkos atau ada halangan mendadak atau halangan lainnya.

"Kalau kita mampu menerobos semua halangan itu dan tetap istikomah hadir dalam majlis dzikir maka pintu pintu ijabah itu akan terbuka dengan lebar," katanya.

Kiyai Syamsul menjelaskan bahw ada jamaah yang sudah 2 tahun rutin istikomah hadir dalam majlis dzikir dan selalu menjadi Sohibul hajat.

Ketika awal hadir dia lagi terlilit utang dan saat ini problemnya sudah diangkat oleh Allah dan kesulitannya sudah diganti dengan kemudahan demi kemudahan.

'Dulu ketika berangkat manakiban pakai motot sekarang atas izin dan ridho Allah SWT berobah pakai mobil, punya tanah luas dan bisa pergi haji khusus bersama keluarganya," katanya.

Itu adalah salah satu dari sekian banyak berkah menghadiri majlis dikir dan manakiban.

"Namun tujuan itu jangan dijadikan tujuan utama, tujuan utamanya tetap adalah karena Allah semata," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.