Jakarta

Lukisan Asli Sunan Gunung Jati Diambil 2 Tahun sebelum Wafat, Sosok Wali Songo dari Cirebon Jawa Barat

Ainun Kusumaningrum | 17 Januari 2024, 10:49 WIB
Lukisan Asli Sunan Gunung Jati Diambil 2 Tahun sebelum Wafat, Sosok Wali Songo dari Cirebon Jawa Barat

AKURAT JAKARTA - Viral foto lukisan yang disebut sebagai Sunan Gunung Jati, seorang Wali Songo dari tanah Cirebon Jawa Barat.

Seperti dilansir dari Facebook Mata Tegal Gubug, yang memposting foto seorang ulama sedang membawa kitab.

Di narasinya disebut lukisan tersebut asli sosok Gunung Jati yang saat ini berada di Belanda.

Baca Juga: Sosok KH Buya Syakur Yasin, Sahabat Gus Dur dan Prof Quraish Shihab yang Pilih Kembangkan Islam di Kampung

"Lukisan asli mbah Sunan Gunung Jati yang ada di Tropen Museum di Amsterdam Belanda."

"Dilukis 2 tahun sebelum Sinuhun wafat (w.1568) oleh Pangeran Losari Angkawijaya, cucu beliau dan seniman ulung sekaligus pemegang data kepustakaan keraton sebelum Pangeran Wangsakerta. beliau berpose dan dilukis demikian oleh cucunya.. dan dirampas di bawa ke leiden"

Demikian narasi yang ditulis di akun tersebut. Belum diketahui kebenaran foto tersebut.

Baca Juga: Ulama Rendah Hati KH Buya Syakur Yasin Wafat, Ucapan Duka Cita dari Non Muslim di Medsos

Sunan Gunung Jati merupakan Wali Songo penyebar agama Islam di Tanah Jawa khusunya di Jawa Barat.

Secara nasab, Sunan Gunung Jati masih keturunan Nabi Muhammad, dari ayahnya Sultan Hud seorang Raja Mesir.

Sedangkan dari ibunya Nyimas Rara Santang, Sunan Gunung Jati merupakan cucu Raja Pajajaran Prabu Siliwangi.

Baca Juga: Kabar Duka, KH Buya Syukur Yasin, Ulama Kharismatik Asal Indramayu Wafat Hari Ini

Diceritakan, di masa sepuhnya Sunan Gung Jati menghabiskan waktunya di Gunung Kentaki.

Berada di sebelah barat Gunung Sembung yang sekarang dijadikan pemakaman beliau.

Di Gunung Smbung beliau menyendiri dan hari-harinya dihabiskan untuk bertafakur.

Sebelum beliau wafat, Sunan Gunung Jati mengirimkan surat untuk anaknya Raden Sabakinkin yang menjadi Sultan di Banten.

Isinya memerintahkan agar Raden Sabakingkin memerintahkan anaknya yang bernama Kapil atau aulana Muhammad untuk melaksanakan ibadah haji.

Sunan Gunung Jati wafat di atas pembaringan dengan tikar yang terbuat dari daun Rundamala dan bantalnya dari Batu.

Pada saat meninggal, umur Sunan Gunung Jati mencapai 120 tahun. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.