Bayar Rp6.000 Saat Beli Tiket Borobudur, Wisatawan Dapat Sertifikat Kontribusi Kurangi Emisi Karbon

AKURAT JAKARTA - Berwisata ke Candi Borobudur kini memiliki pilihan tambahan yang berkaitan dengan upaya mengurangi emisi karbon.
Wisatawan yang membeli tiket secara online dapat menambahkan pembayaran Rp6.000 untuk ikut mendukung proyek rendah karbon di kawasan wisata tersebut.
Tambahan biaya ini bukan kenaikan harga tiket.
Wisatawan bebas memilih apakah ingin membayar add-on tersebut atau tidak.
Rp6.000 untuk Kontribusi Karbon
Fitur add-on diterapkan secara sukarela dalam pembelian tiket daring Candi Borobudur.
Dengan tambahan Rp6.000, wisatawan disebut ikut berkontribusi dalam proyek yang berkaitan dengan pengurangan emisi karbon.
Wisatawan yang memilih opsi tersebut juga akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kontribusi.
“Melalui inisiatif ini, wisatawan mendapatkan pilihan untuk turut berkontribusi dalam upaya menangani emisi karbon dari perjalanan mereka melalui mekanisme kredit karbon,” kata Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM), Indung Purwita Jati.
Saat ini, fitur tersebut dapat diakses melalui pembelian tiket secara online.
Baca Juga: Jalur Khusus SMA Unggul Garuda ke IUP Unpad Dibuka, Cek Dulu Syarat Berikut Ini
Dengan demikian, harga tiket reguler yang selama ini berlaku tidak berubah.
Untuk wisatawan nusantara, tiket reguler pelataran dibanderol Rp50.000 untuk dewasa berusia lebih dari 10 tahun dan Rp25.000 untuk anak usia 3-10 tahun.
Sementara itu, tiket wisatawan mancanegara sebesar Rp400.000 untuk dewasa dan Rp240.000 untuk anak-anak.
Dana Diarahkan untuk Proyek Rendah Emisi
Tambahan Rp6.000 tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan carbon offset atau pengimbangan emisi karbon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





